Hal ini disampaikan oleh Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini ketika ditemui di Kantor Kementerian Bidang Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (3/9/2012).
"Kita dalam waktu dekat akan bertemu DPR namun yang dibahas adalah kuota BBM untuk tahun depan bukan tambahan kuota. Tenang saja pasti ada cara lain untuk menyelesaikan masalah ini," kata Rudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Belum ada agenda dengan DPR untuk menambah jatah kuota BBM subsidi untuk tahun ini," kata Rudi.
Menurut Rudi, untuk melakukan tambahan kuota BBM bersubsidi, pemerintah harus mendapatkan persetujuan DPR. "Kita kan kalau mau nambah (kuota) itu pasti atas izin DPR, sedang dijadwalkan tanggalnya, tapi belum terjadwal," ucapnya.
Rudi yakin, jatah premium di DKI Jakarta yang akan habis 15 September akan teratasi. "Kita dalam waktu dekat akan bertemu DPR namun yang dibahas adalah kuota BBM untuk tahun depan bukan tambahan kuota. Tenang saja pasti ada cara lain untuk menyelesaikan masalah ini," yakinnya.
"Pasti ada caranya. Tapi tidak mungkin mengambil jatah kuota daerah lain. Ini kan masih sama-sama kurang. Ini kan kuota nasional," tandasnya.
Konsumsi BBM subsidi di DKI Jakarta terus melebihi kuota. Sampai Agustus, konsumsi premium melebihi kuota sebesar 37,4% dan solar melebihi 11,9%. Jatah premium di Jakarta bakal habis 15 September 2012.
(rrd/dnl)










































