Bentuk perusahaan patungan ini telah disepakati dalam term sheet Rencana Pembentukan Perusahaan Patungan (JVCO) Penyediaan Tenaga Listrik yang ditandatangani Direktur Utama PLN Nur Pamudji bersama Direktur Utama Pelindo II Richard Joost Lino.
"PLN dan Pelindo II bersepakat untuk menggabungkan sumber daya dan kemampuan masing-masing BUMN untuk membentuk suatu aliansi bisnis berupa perusahaan patungan. Ini langkah baru untuk membuat bisnis baru di lingkungan pelabuhan. Karena pasokan listrik di Jawa Bali semakin banyak dan semakin andal khususnya yang dibangkitkan PLTU, PLN harus menciptakan market-market baru yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan," kata Nur dalam siaran pers, Selasa (4/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Modal yang ditempatkan dan disetor dalam perusahaan tersebut Rp 150 miliar atau 25% dari modal dasar. PLN memiliki saham sebesar 45% sedangkan Pelindo II sebesar 55%.
Untuk mengelola perusahaan patungan tersebut, PLN dan Pelindo II bersepakat untuk membentuk dewan direksi yang terdiri dari Direktur Utama, Direktur Keuangan dan SDM, serta Direktur Operasi dan Niaga. PLN hanya akan menunjuk Direktur Operasi dan Niaga saja.
Direktur Utama Pelindo II R.J Lino mengatakan, dengan adanya usaha patungan ini mudah-mudahan biaya operasional akan bisa ditekan dan pendapatan perusahaan akan bertambah.
(dnl/ang)











































