Ini Penjelasan Pemerintah Soal Kuota BBM Subsidi Jebol

Ini Penjelasan Pemerintah Soal Kuota BBM Subsidi Jebol

Rista Rama Dhany - detikFinance
Selasa, 04 Sep 2012 13:24 WIB
Ini Penjelasan Pemerintah Soal Kuota BBM Subsidi Jebol
Jakarta - Stok BBM subsidi yang ditetapkan 40 juta KL dalam APBN Perubahan 2012 diperkirakan saat ini hanya tersisa 10 juta KL saja. Bahkan dalam beberapa bulan ke depan banyak jatah kuota BBM subsidi di daerah akan habis.

Ketua Bidang Infrastruktur Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Ibrahim Hasyim, mengatakan ada beberapa faktor penyebab terjadinya over kuota BBM bersubsidi hampir di seluh daerah.

"Over kuota BBM bersubdi dikarenakan asumsi-asumsi yang ditetapkan sebelumnya dalam APBN meleset, seperti asumsi ditetapkan pengendalian BBM subsidi (pembatasan) tetapi ternyata tidak berjalan," kata Ibrahim ketika ditemui di Kantor Pusat BPH Migas, Selasa (4/9/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Faktor lain yang membuat kuota BBM subsidi jebol kata Ibrahim, asumsi pertumbuhan ekonomi yang ternyata melebihi dari perkiraan. "Perkiraan pemerintah pertumbuhan ekonomi tidak setinggi yang diperkirakan sebelumnya, yang berdampak pada pertumbuhan kepemilikan kendaraan bermotor, yang ujung-ujungnya meningkatkan konsumsi BBM bersubsidi," ucapnya.

Selain itu kata Ibrahim dengan pertumbuhan ekonomi tersebut, diiringi meningkatnya pendapatan golongan menengah hampir 50% dimana memiliki gaya hidup yang cukup tinggi.

"Ada peningkatan 50% golongan menengah di Indonesia, dimana mempunyai life style yang berbeda, yang biasanya orang malas berkunjung ke sanak saudara, kali ini sering berkunjung menggunakan kendaraan lagi, di bandara juga penuh, dimana semua itu gaya hidupnya menyebabkan kebutuhan energi meningkat dari perkiraan," jelasnya.

Selain itu, kata Ibrahim, harga BBM subsidi yang terlampau murah sementara selisih antara BBM non subsidinya terlampau jauh membuat konsumsi BBM bersubsidi juga membengkak.

"Harga juga berpengaruh besar pada membengkaknya BBM subsidi, kalau selisih harga BBM Non subsidi juga terlampau jauh maka orang sulit beralih ke BBM non subsidi, maunya hanya menggunakan BBM subsidi saja," tandasnya.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads