Harga Komoditas Turun, Ini Siasat Bos BUMN Batubara

Harga Komoditas Turun, Ini Siasat Bos BUMN Batubara

- detikFinance
Selasa, 04 Sep 2012 13:59 WIB
Harga Komoditas Turun, Ini Siasat Bos BUMN Batubara
Jakarta - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) memiliki siasat dalam meredam penurunan harga komoditas dunia. Opsi memperbesar pengiriman batu bara ke India adalah salah satunya, mengingat berkurangnya permintaan dari China Selatan.

"Turunnya permintaan batu bara karena permintaan China Selatan. Dalam kondisi normal stok 15 hari, sampai hari ini sudah 20-25 hari. Karena overstock maka harga tertahan," kata Direktur Utama PTBA, Milawarma di kantornya, Jakarta, Selasa (4/9/2012).

Saat satu pasar mengecil, manajemen PTBA membuka opsi menambah keran eskpor ke India, terlebih setelah beberapa waktu lalu negara ini mengalami pemadaman listrik di hampir setengah wilayah India.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"India jadi peluang, dimana kebutuan mereka mencapai 600 juta ton. 300-400 juta ton bisa disapok dari dalam negeri. Berarti sisanya ekspor. Ini peluang, meski kita sudah ekspor ke sana sekitar 0,2% dari total eskpor," tambahnya.

Menurutnya, potensi penambahan ekspor ke India mencapai 1-2 juta ton. Di samping itu suplai ke Jepang dan Malaysia sebagai tujuan ekspor utama masih menjadi andalan PTBA.

Selain itu, perseroan juga menyiapkan opsi efisiensi biaya dengan memperbesar energi listrik dalam memproses emas hitam. "Kita optimalkan listrik, hingga beban BBM dapat dikendalikan. BBM selama ini kontrobusi terhadap biaya produksi cukup besar, 20%-30%," tuturnya.

Karena harga batu bara masih bertahan di level bawah, PTBA juga berniat mengirim batu bara berkalori tinggi. "Dengan jual PTBA kadar di atas 6.000 kkal, marjin revenue dan pendapatan bisa dipertahankan," tegas Milawarman.

Seperti diketahui, harga jual ekspor mengalami penurunan akibat over suplai di tingkatan dunia, padahal realisasi penjualan PTBA meningkat 21% dari 6,52 juta ton menjadi 7,88 juta ton.

Dampak dari penurunan harga batu bara ini, Perseroan hingga semester I-2012 mengalami penurunan kinerja laba 3% menjadi Rp 1,56 triliun pada semester I-2012.

(wep/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads