Hal ini disampaikan oleh Dirjen Migas Kementerian ESDM Evita Legowo di kantor Ditjen Migas, Plaza Centris, Kuningan, Jakarta, Rabu (5/9/2012).
"Kita bisa menggunakan jatah kuota kerosene, dikarenakan jatah kerosene masih berlebih. Jadi bisa digeser dulu dijadikan premium," ucap Evita
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau tidak besok atau Senin nanti kita akan bertemu dengan Komisi VII, kita akan sampaikan sekalian untuk minta tambahan kuota dikarenakan waktunya sudah pas-pasan," ucapnya.
Ditambahkan Evita, pemerintah akan berusaha secepatnya membicarakan permintaan tambahan kuota BBM subsidi paling lambat 10 September 2012 ini.
"Paling lambat 10 September kita sudah ketemu DPR meminta tambahan kuota, kalau disetujui bisa langsung digunakan, kalaupun nggak (belum disetujui) kami juga akan atasi dengan pergeseran dulu (menggunakan kuota minyak tanah)," cetusnya.
Seperti diketahui, dari data Pertamina, realisasi konsumsi BBM subsidi sampai 30 Agustus 2012 adalah:
- Premium: Dari kuota 16,185 juta kiloliter (KL), realisasi konsumsinya 18,441 juta KL atau kelebihan 14%
- Solar: Dari kuota 9,138 juta KL, realisasi konsumsinya 10,065 juta KL atau kelebihan 10%
- Kerosene (minyak tanah): Dari kuota 923.052 KL, realisasi lebih rendah yaitu 793.154 KL











































