Negara Pengimpor Minyak Selanjutnya: Arab Saudi

Negara Pengimpor Minyak Selanjutnya: Arab Saudi

- detikFinance
Jumat, 07 Sep 2012 11:43 WIB
Negara Pengimpor Minyak Selanjutnya: Arab Saudi
Foto: Reuters
Jakarta - Arab Saudi merupakan eksportir minyak mentah terbesar dunia. Tapi jika tidak ada perubahan, bisa saja Arab Saudi berubah menjadi importir pada tahun 2030, menurut sebuah studi terbaru dari konglomerat finansial internasional, Citigroup.

Berdasarkan tinjauan statistik BP pada tahun 2011, Arab Saudi memproduksi 11,2 juta barel minyak per hari, berkontribusi 13% dari total pasokan dunia, lebih banyak dari negara lain. Masalahnya adalah seperempat produksi ini digunakan secara domestik untuk menghasilkan hampir separuh kebutuhan listrik kerajaan setiap tahun.

Arab Saudi sudah memiliki konsumsi minyak per kapita lebih tinggi daripada negara industri besar lain. Konsumsi Arab Saudi terus naik di tingkat 8% per tahun. Hal ini membuat Citigroup memprediksi bahwa “jika konsumsi minyak Arab Saudi terus tumbuh seiring permintaan listrik, negara tersebut bisa jadi importir minyak pada tahun 2030.” Demikian dikutip dari CNBC (7/9/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Minyak mentah yang dijual di pasar domestik disubsidi besar-besaran. Perusahaan energi Arab Saudi bisa membeli minyak di harga US$ 5 – 15 per barelnya untuk digunakan di pembangkit listrik dan mengurangi insentif untuk mencari alternatif sumber energi.

Minyak mentah saat ini diperdagangkan di pasar mentah di kisaran US$ 116 per barelnya yang membuat analis Citigroup, Heidy Rehman menyatakan “sebagai akibat dari subsidi, kami menghitung pendapatan minyak dan gas yang hilang ke Arab Saudi pada tahun 2011 melampaui US$ 80 miliar.”

(ang/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads