Berdasarkan tinjauan statistik BP pada tahun 2011, Arab Saudi memproduksi 11,2 juta barel minyak per hari, berkontribusi 13% dari total pasokan dunia, lebih banyak dari negara lain. Masalahnya adalah seperempat produksi ini digunakan secara domestik untuk menghasilkan hampir separuh kebutuhan listrik kerajaan setiap tahun.
Arab Saudi sudah memiliki konsumsi minyak per kapita lebih tinggi daripada negara industri besar lain. Konsumsi Arab Saudi terus naik di tingkat 8% per tahun. Hal ini membuat Citigroup memprediksi bahwa “jika konsumsi minyak Arab Saudi terus tumbuh seiring permintaan listrik, negara tersebut bisa jadi importir minyak pada tahun 2030.” Demikian dikutip dari CNBC (7/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Minyak mentah saat ini diperdagangkan di pasar mentah di kisaran US$ 116 per barelnya yang membuat analis Citigroup, Heidy Rehman menyatakan “sebagai akibat dari subsidi, kami menghitung pendapatan minyak dan gas yang hilang ke Arab Saudi pada tahun 2011 melampaui US$ 80 miliar.”
(ang/ang)











































