Kepala Bidang Penerangan Jalan Umum Dinas PJPR Kota Semarang Budi Setyo Rachmat mengatakan, kota Semarang terpilih menjadi daerah percontohan pemasangan panel surya dengan pertimbangan program go green.
"Dipasang di Jalan S. Parman tiga unit dan Jalan Imam Bardjo tiga unit," ungkap Budi saat dihubungi, Jumat (7/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Panel biasa harganya Rp 5 jutaan. Tapi panel tidak ada rekening bulanan. Ini sebagai bentuk penghematan listrik. Bisa menghemat listrik Rp 2 juta per bulan," pungkas Budi.
Lokasi pemasangan panel, lanjut Budi, dipilih pada daerah yang memenuhi kategori udara bersih dan daerah titik-titik terbuka agar mendapatkan sinar matahari yang cukup. Energi dari panel-panel yang sudah terpasang di lokasi yang sudah ditentukan tersebut akan dialirkan ke lampu penerangan jalan.
"Bisa digunakan setelah di-charge selama 3-4 hari," tegas Budi.
Sementara itu untuk daya tahan, aki yang menyimpan energi surya diperkirakan bisa bertahan hingga lima tahun. Aki tersebut bekerja otomatis ketika tidak ada cahaya matahari.
"Satu panel terdiri dari dua aki otomatis yang mati ketika matahari terbit mati," pungkas salah satu pekerja pemasangan panel Muk Sugiyono.
(alg/dnl)











































