Wamen ESDM: Kalimantan Cocok Punya Pembangkit Listrik Nuklir

Wamen ESDM: Kalimantan Cocok Punya Pembangkit Listrik Nuklir

- detikFinance
Jumat, 07 Sep 2012 17:21 WIB
Wamen ESDM: Kalimantan Cocok Punya Pembangkit Listrik Nuklir
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Walau Indonesia belum memilih nuklir sebagai salah satu sumber energi, namun suka tidak suka di 2050 Indonesia akan beralih ke nuklir, dan saat ini tempat yang paling cocok untuk membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) ada di Kalimantan.

"Belum, kita saat ini belum akan pakai nuklir, tapi 2050 suka tidak suka kita harus pakai nuklir karena nuklir merupakan energi yang bersih, bebas emisi dan bertahan lama atau sekali bangun bisa bertahan hingga 40-50 tahun," kata Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (7/9/2012).

Dikatakan Rudi, tempat yang paling cocok untuk pembangunan PLTN saat ini adalah Kalimantan. Kenapa? Karena Kalimantan memiliki lahan yang cukup luas untuk dibangun PLTN.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Paling fleksibel kalau mau bangun PLTN saat ini adalah Kalimantan, karena sumbernya ada, tanah tersedia, gubernurnya mau," ucapnya.

Namun permasalahannya saat ini adalah, akan banyak penolakan dari berbagai pihak untuk pembangunan PLTN ini, khususnya penolakan dari LSM.

"Saat ini hambatan paling besar pengembangan nuklir adalah penolakan publik. Tapi publik juga tergantung bayarnya berapa ke LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), karena yang berati itu nanti (penolakan) datang dari LSM. Jelas-jelas tujuannya tidak mau Indonesia memiliki teknologi itu yakni sebuah kemampuan jangka panjang jika dibandingkan dengan negara tetangga, mereka takut," ungkap Rudi.

Dikatakan Rudi, pada tahun 1987 sudah banyak investor yang berminat untuk membangun PLTN di Indonesia, namun banyak penolakan. Pada intinya nuklir adalah energi masa depan, tidak punya emisi namun manfaatnya besar dan pembangunannya untuk jangka panjang.

"Nuklir itu energi masa depan, bersih dan tidak punya emisi, tidak perlu khawatir dengan limbah dari nuklir. Prancis, Jepang, dan Jerman bisa buang limbahnya kenapa kita tidak. Nanti penampungan limbah otomatis dibangun bersamaan dengan pembangunan PLTN, Itu disimpan (limbah) di dalam sumur tua dengan kedalaman hingga 2.000-3.000 meter, aman itu bagian dari penelitian waktu saya kuliah," cetusnya.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads