"Saya kira permasalahan kita sekarang bukan operasional pembatasan BBM atau tambah kuota karena jatahnya jebol atau lainnya, tapi dibalik semua itu, balik lagi ke titik utama, penyebab semua ini dikarenakan disparitas harga antara BBM subsidi dengan non subsidi terlalu jauh," kata Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (Wamen ESDM) Rudi Rubiandini, di Jakarta, Minggu (9/9/2012).
Menurut Rudi, dengan selisih harga keduanya yang terlampau jauh, apa yang bisa dilakukan pemerintah untuk menahan penyelundupan BBM subsidi baik lintas antara negara maupun penjualan lintas antara daerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi kata Rudi, masalah utama saat ini adalah disparitas harga. "Jadi nanti yang utama adalah disparitas harga, tetapi karena masalah disparitas harga tidak bisa dilakukan (karena harga BBM subsidi tidak bisa disesuaikan/dinaikan) maka pemerintah mengusahakan menggunakan pembatasan BBM subsidi," tandasnya.
Seperti diketahui stok BBM subsidi yang mulai menipis membuat pemerintah mengajukan tambahan BBM subsidi sebesar 4 juta KL kepada DPR.
(rrd/hen)











































