Direktur BBM BPH Migas, Djoko Iswanto, pihaknya sudah memperingatkan Pertamina perihal kuota premium yang makin menipis. Ia menuturkan pada 12 Juni 2012 sudah mengirim surat untuk memerintahkan Pertamina agar menghentikan secara bertahap pengiriman premium ke SPBU di Jalan Tol dan Perumahan Elit dan mengurangi nozzel pengisi BBM.
"Jauh hari kami (BPH Migas) sudah kirim surat ke Pertamina pada 12 Juni 2012 untuk meminta segera menghentikan secara bertahap pasokan premium ke SPBU di Tol dan Perumahan Elit, tapi hingga sampai saat ini tidak dilaksanakan," kata Djoko kepada detikFinance, Minggu (9/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai pada akhirnya Pertamina memberi kabar kuota BBM Subsidi khususnya Premium di DKI Jakarta habis pada 19 September 2012. Jika tidak ada tambahan kuota dari pemerintah sudah pasti seluruh kendaraan di DKI Jakarta tidak bisa isi Premium stoknya habis.
"Maka itu 6 September kemarin saya kirim lagi surat untuk mengingatkan, segera kurangi jatahnya, dari biasa kirim 2 truk sehari saat ini kirim hanya 1 saja, kurangi segera nozzel BBM bersubsidinya seperti di Jalan Tol KM 57 ada 4 kurangi segera," tegasnya.
Ditambahkan Djoko, apabila hingga Senin (10/9/2012) saat Rapat Kerja dengan Kementerian ESDM dengan Komisi VII DPR, ternyata DPR tidak menyetujui rencana tambahan kuota 4 juta KL yang diajukan pemerintah, maka hari itu juga pasokan BBM subsidi khususnya Premium untuk SPBU di Tol dan perumahan mewah harus dihentikan.
"Senin nanti saat Raker dengan DPR ternyata DPR tidak menyetujui tambahan kuota, maka hari itu juga kami perintahkan Pertamina untuk hentikan total pasokan Premium ke SPBU di Jalan Tol dan Perumahan elit, karena kalau tidak sisa kuota premium untuk DKI bisa cepat habis, kalau habis ya kendaraan suka tidak suka isi BBM non subsidi (Pertamax cs)," tandas Djoko. (Hingga kini pihak Pertamina belum bisa dikonfirmasi)
(rrd/hen)











































