Bos BI: BBM Naik Rp 1.000, Ada Tambahan Inflasi 0,3%

Bos BI: BBM Naik Rp 1.000, Ada Tambahan Inflasi 0,3%

- detikFinance
Senin, 10 Sep 2012 11:53 WIB
Bos BI: BBM Naik Rp 1.000, Ada Tambahan Inflasi 0,3%
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Bank Indonesia (BI) menyatakan, kenaikan harga BBM subsidi Rp 1.000 per liter bakal memberi tekanan kepada inflasi. Laju inflasi langsung naik 0,3%.

Hal ini disampaikan Gubernur BI Darmin Nasution dalam rapat kerja Pemerintah, BI, dan Komisi XI DPR yang dilakukan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/9/2012).

"Setiap Rp 1.000, maka akan ada tambahan inflasi 0,3 persen," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam asumsi makro yang ditawarkan pemerintah, inflasi pada tahun depan diperkirakan mencapai 4,9%. Asumsi tersebut berada dalam kisaran 4,4-5,4%. Namun belum ditentukan apakah harga BBM subsidi bakal naik tahun depan. Untuk tarif listrik, pemerintah sudah mengajukan kenaikan sekitar 15% tahun depan, yang dilakukan bertahap tiap 3 bulan.

Sementara soal pertumbuhan ekonomi, pemerintah memiliki pandangan lebih optimistis dibandingkan BI. Pemerintah mengansumsikan pertumbuhan ekonomi pada tahun depan bisa mencapai 6,8%, sedangkan BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 6,6%.

"Bukan tidak mungkin bisa 6,8 persen, kalau investasi bisa digenjot. Tapi apa iya bisa digenjot? Apa iya ekspor juga bisa digenjot? Oleh karena itu kami menyarankan bisa saja kita ambil 6,8 persen itu kita ambil sebagai titik tengah dalam kisaran," ujar Darmin.

Menurut Darmin, BI tidak terlalu optimistis karena pada semester II ini terlihat ekonomi China dan India yang merupakan negara tujuan ekspor Indonesia, mengalami dampak krisis yang cukup berat. Ini akan berdampak pada pelemahan ekspor Indonesia.

"Tapi semester II ini terlihat negara-negara itu yang menjadi tujuan utama ekspor kita, terpukul cukup berat. Ekspor kita juga terpukul sehingga pertumbuhannya kena. Walau investasi tetap baik, konsumsi tetap baik, tapi ekspornya melambat. Makanya pertumbuhan kita agak sulit," cetus Darmin.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads