Hal ini disampaikan Gubernur BI Darmin Nasution dalam rapat kerja Pemerintah, BI, dan Komisi XI DPR yang dilakukan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (10/9/2012).
"Setiap Rp 1.000, maka akan ada tambahan inflasi 0,3 persen," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara soal pertumbuhan ekonomi, pemerintah memiliki pandangan lebih optimistis dibandingkan BI. Pemerintah mengansumsikan pertumbuhan ekonomi pada tahun depan bisa mencapai 6,8%, sedangkan BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi hanya mencapai 6,6%.
"Bukan tidak mungkin bisa 6,8 persen, kalau investasi bisa digenjot. Tapi apa iya bisa digenjot? Apa iya ekspor juga bisa digenjot? Oleh karena itu kami menyarankan bisa saja kita ambil 6,8 persen itu kita ambil sebagai titik tengah dalam kisaran," ujar Darmin.
Menurut Darmin, BI tidak terlalu optimistis karena pada semester II ini terlihat ekonomi China dan India yang merupakan negara tujuan ekspor Indonesia, mengalami dampak krisis yang cukup berat. Ini akan berdampak pada pelemahan ekspor Indonesia.
"Tapi semester II ini terlihat negara-negara itu yang menjadi tujuan utama ekspor kita, terpukul cukup berat. Ekspor kita juga terpukul sehingga pertumbuhannya kena. Walau investasi tetap baik, konsumsi tetap baik, tapi ekspornya melambat. Makanya pertumbuhan kita agak sulit," cetus Darmin.
(nia/dnl)











































