“Belum disekapati tarif listrik tahun depan naik, kami (Komisi VII) baru sepakati 3 item yakni penjualan listrik, biaya pokok penyediaan, revenue requirement, sedangkan besaran subsdi yang menentukan naik atau tidaknya tariff listrik tahun depan belum disepakati,” kata Anggota Komisi VII, dari Satya W Yudha kepada detikFinance, Selasa (1/9/2012).
Namun, kata Satya, dengan disetujuinya 3 item tersebut, sebetulnya sudah merangkum berapa besaran subsidi listrik tahun depan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tetapi kata Satya, masih banyak fraksi di Komisi VII yang belum sepakat untuk menyetujui besaran subsidi dengan kenaikan tarif listrik 15% pada 2013.
“Pasalnya banyak hal yang masih menjadi ganjalan terutama kinerja PLN yang biaya memproduksi listrik masih sangat tinggi dikarenakan banyak menggunakan BBM terutama penggunaan genset yang banyak merugikan negara,” jelasnya.
Namun, keputusan naik atau tidaknya TTL tahun depan baru diputuskan pada rapat kerja selanjutnya yakni pada Senin (17/9/2012).
“Senin depan baru diputuskan naik atau tidak, karena hanya akan membahas 1 item saja yakni besaran subsidi, 3 item lainnya sudah disetujui dan tidak perlu dibahas lagi,” ucapnya.
Berdasarkan Raker tadi malam, ungkap Satya, Komisi VII telah sepakat untuk menyetujui Penjulan listrik dengan pertumbuhan 9% dengan volume 182,28 Twh, Biaya Pokok Penyediaan seperti susut jaringan (losses) 8,5%, BPP Tenaga Listrik 212,07 triliun atau Rp 1.163 per kWh, Revenue Requirement dengan margin usaha 7% dan BPP+Margin Rp 226,91 triliun.
“Jadi senin hanya tinggal menyepakati besaran subsidi listrik tahun berjalan Rp 78,63 triliun yang didalamnya ada kenaikan TTL 15% setahun atau ditambah dengan carry over total subsidi listrik tahun depan Rp 80,94 triliun,” tandas Satya.
(rrd/ang)











































