Hal tersebut dikatakan Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini ketika ditemui di Rumah Makan kawasan Cikini, Jakarta, Selasa (11/9/2012).
"Cara yang paling efektif tangkal penyelundupan BBM bersubsidi hanya dengan menaikan harga BBM bersubsidi," kata Rudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disparitas harga yang terlampau jauh tersebut, kata Rudi, membuat pelaku usaha industri, kapal, bahkan pengusaha di luar negeri tergiur memburu BBM subsidi ini.
"Tidak hanya industri dan kapal-kapal saja yang bergitur berburu BBM berubsidi, yang di luar negeri pun juga senang sekali dapat BBM subsidi. Makanya sering marak penyelundupan BBM bersubsidi ke luar negeri," katanya.
Apabila harga BBM subsidi dinaikkan seperti usulan pemerintah Rp 6.000 per liter, maka dirinya yakin penyelundupan dan pencurian BBM bersubsidi jauh akan berkurang.
"Kalau dinaikkan jadi Rp 6.000 per liter, maka saya yakin penyelundupan BBM bersubsidi akan jauh lebih berkurang, karena selisihnya makin sedikit, jika dibandingkan risikonya orang masih berpikir lagi mau selundupin BBM," cetusnya.
(rrd/dnl)











































