"Kalau Pemerintah dan DPR setuju untuk menaikkan harga BBM subsidi dari Rp 4.500 per liter menjadi Rp 6.000 per liter, maka negara dapat mengamankan uang negara Rp 56 triliun," kata Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini ketika ditemui di rumah makan di kawasan Cikini, Jakarta, Selasa (11/9/2012).
Dikatakan Rudi, dengan hanya 'mengetuk palu' (DPR setuju) maka puluhan triliun yang bisa didapat negara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan dengan hanya kenaikan Rp 1.500 per liter tersebut, kata Rudi, tidak akan membuat ekonomi Indonesia jatuh, semua baik-baik saja bahkan sudah tepat saatnya harga BBM bersubsidi dinaikkan.
"Wakil Menteri Keuangan, Gubernur BI, dan ekonom-ekonom lainnya menyarankan sudah saatnya harga BBM subsidi naik, ekonomi kita aman-aman saja. Bahkan dampak kenaikan inflasi juga kecil. Nantinya dengan uang tersebut bisa digunakan apa saja, mau sekolah rakyat indonesia dari SD-SMP gratis semuanya juga bisa," jelas Rudi.
Selain itu, dengan kenaikan harga BBM bersubsidi maka energi lain bakal berkembang, seperti BBG. Serta menekan angka penyelundupan BBM.
"Banyak manfaatnya jika BBM bersubsidi dinaikkan khususnya jangka panjangnya. Tetapi memang keputusan menaikan BBM jangka pendeknya banyak negatifnya, seperti citra politik, memberatkan tukang ojek, sopir angkot, rakyat, tapi kan sementara, naikknya juga hanya Rp 1.500 per liter," tegas Rudi.
(rrd/dnl)











































