Hindari Perusahaan Tambang 'Harakiri', Negara Berikan Tax Holiday

Hindari Perusahaan Tambang 'Harakiri', Negara Berikan Tax Holiday

Rista Rama Dhany - detikFinance
Rabu, 12 Sep 2012 17:53 WIB
Hindari Perusahaan Tambang Harakiri, Negara Berikan Tax Holiday
Jakarta - Perusahaan tambang terancam bangkrut apabila harga batubara turun dibawah US$ 60 per ton. Untuk menghindari hal itu terjadi negara siap turun tangan dengan membantu keringanan pajak atau tax holiday.

Seperti diungkapkan Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini, jika harga batubara sampai tembus dibawah US$ 60 per ton maka bisa membuat perusahaan batubara 'harakiri' alias terancam bangkrut. Untuk menghindari hal tersebut terjadi negara siap turun tanggan.

"Negara siap turun tangan membantu perusahaan tambang apabila harga batubara sampai tembus dibawah US$ 60 per ton, pasalnya jika harga sampai dibawah US$ 60 per ton maka bisa membuat perusahaan tambang bisa 'harakiri'," kata Rudi di Ruang Wartawan di Kementerian ESDM, Rabu (11/9/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Rudi, harga batubara beberapa bulan lalu memang berada US$ 126 per ton, namun akibat perlambatan ekonomi Eropa, Jepang, India dan China membuat harga batubara terus turun yang saat ini berada diharga US$ 85 per ton.

"Turunnya harga tersebut membuat perusahaan tambang resah, bahkan Asosiasi tambang sudah datang ke kami (ESDM) untuk meminta bantuan. tapi negara baru akan turun tangan jika harga batubara sampai dibawah US$ 60 per ton," kata Rudi.

Bantuan dari negara ini kata Rudi bisa berbentuk keringanan pajak seperti tax holiday atau lainnya.

"Bantuan negara ini bisa berbentuk keringanan pajak seperti tax holiday," ungkap Rudi.

Namun kata Rudi, tax holiday tersebut bukan untuk seterusnya, selama harga dibawah US$ 60 per ton, tax holiday bisa diberikan namun dengan batas waktu tertentu pula.

"Tapi itu masih usulan dari saya (Kementerian ESDM) pasalnya yang menentukan pemberian Tax holiday merupakan kewenangan Menteri Keuangan, tetapi pada intinya kalau tidak dibantu dengan harga batubara dibawah US$ 60 per ton bisa membuat perusahaan tambang rugi besar," tandasnya.

(rrd/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads