"Usulan BPH Migas bagus, yakni agar BBM subsidi jatuh pada orang yang tepat bukan untuk orang yang mampu, tetapi offside," kata Rudi di Ruang Pers Kementerian ESDM, Rabu (11/9/2012).
Menurut Rudi, dengan mengurangi secara perlahan BBM bersubsidi di kawasan jalan tol dan perumahan elit karena orang yang masuk tol rata-rata merupakan orang yang mampu karena bisa bayar tol, dan orang yang tinggal di kawasan perumahan elit sebagian besar pasti orang kaya dan mampu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, atas Surat BPH Migas pada tanggal 12 Juni 2012 dan 6 September untuk meminta Pertamina segera mengurangi pasokan BBM subsidi secara bertahap di SPBU yang ada di Jalan Tol dan perumahan elit hingga akhirnya benar-benar tidak ada sama sekali.
Tetapi pada Rapat Kerja dengan Komisi VII Senin lalu (10/9/2012) Menteri ESDM Jero Wacik menegur tegas dan meminta BPH Migas untuk segera mencabut surat kepada Pertamina tersebut karena tidak berkoordinasi dengannya.
(rrd/hen)











































