Parah, 170 Truk BBM dari Depo Pertamina Tak Sampai SPBU

Parah, 170 Truk BBM dari Depo Pertamina Tak Sampai SPBU

- detikFinance
Kamis, 13 Sep 2012 11:24 WIB
Parah, 170 Truk BBM dari Depo Pertamina Tak Sampai SPBU
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Bahan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) menyatakan telah menegur keras PT Pertamina (Persero). Ini karena adanya temuan 170 truk tangki BBM di Kalimantan Barat yang keluar dari depo BBM, tapi tak terkirim ke SPBU. Kok bisa?

Direktur BBM BPH Migas Djoko Siswanto mengatakan, temuan 170 truk BBM ini terjadi dalam 2 minggu. Djoko mengatakan, BPH Migas langsung mengeluarkan surat teguran kepada Pertamina. Bahkan SPBU yang memesan BBM tersebut dan ternyata diselewengkan, juga mendapat sanksi pembekuan operasional selama 6 bulan.

"Temuan kami dari survei Dinas Perindustrian Kalbar, ada 170 truk BBM yang keluar dari depo BBM Pertamina tidak sampai terkirim ke SPBU," kata Djoko di Jakarta, Kamis (13/9/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Djoko, hal tersebut merupakan suatu pelanggaran berat. Karena truk BBM yang seharusnya mengirim BBM subsidi kepada masyarakat lewat SPBU malah tdak sampai. "Apalagi Kalbar merupakan salah satu daerah yang rawan terjadinya penyelundupan BBM bersubsidi yang diselundupkan ke perusahaan perkebunan dan pertambangan," ucapnya.

Atas temuan tersebut, BPH Migas selaku otoritas pengatur dan pengawas distribusi BBM bersubsidi langsung mengganjar surat teguran kepada Pertamina, dan memberikan sanksi dengan membekukan operasional SPBU tersebut selama 6 bulan.

"Pertamina kita kirim surat teguran, sedangkan SPBU-nya kita bekukan operasionalnya selama 6 bulan. Pasalnya penyaluran BBM bersubsidi juga merupakan tanggung jawab Pertamina, karena Pertamina harus cek juga ini BBM subsidi yang akan dikirimkan tersebut kepada siapa," ucapnya.

Diungkapkan Djoko, hal seperti ini memang marak terjadi karena disparitas atau perbedaan harga BBM subsidi dengan non subsidi terlalu lebar. Ini membuat orang yang ingin menyelundupkan BBM bersubsidi makin tinggi.

"BPH Migas juga pernah melakukan uji petik di lapangan truk BBM yang keluar dari depo Pertamina dipasangi alat pelacak. Dari 100 truk BBM yang dipasangi alat pelacak untuk memantau rute dan volume yang dibawa truk tersebut hanya 90 truk yang terpantau, 10 truk lainnya tidak terlacak dikarenakan sengaja dirusak alat pelacaknya," ucapnya.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads