Wamen ESDM: Di Thailand Harga BBM Rp 14.000, RI Kok Cuma Rp 4.500?

Wamen ESDM: Di Thailand Harga BBM Rp 14.000, RI Kok Cuma Rp 4.500?

Wahyu Daniel - detikFinance
Kamis, 13 Sep 2012 15:06 WIB
Wamen ESDM: Di Thailand Harga BBM Rp 14.000, RI Kok Cuma Rp 4.500?
Jakarta -

Harga BBM subsidi di Indonesia di Indonesia sudah seharusnya naik. Perbedaan harga BBM subsidi (Rp 4.500) dengan harga Pertamax (Rp 9.500) membuat orang ogah pake BBM non subsidi.

Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini mengatakan, harga BBM subsidi di Indonesia minimal harus dinaikkan hingga mencapai Rp 6.000 per liter. Harga BBM subsidi bisa dinaikkan bertahap atau dicicil Rp 500 per liter sampai mencapai Rp 6.000 per liter.

"Di dunia ini hanya belasan negara saja yang masih harga BBM-nya Rp 4.500. Ratusan negara lainnya sudah di atas. Di ASEAN saja, negara yang PDB-nya di bawah Indonesia seperti Thailand, Vietnam harga BBM sudah Rp 12.000-14.000. Indonesia ini sudah sekarang net importir juga mensubsidi tidak apa-apa tapi jangan jor-joran dari Rp 9.800 kok cuma Rp 4.500," kata Rudi dikutip dari situs Kementerian ESDM, Kamis (13/9/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tahun ini, jatah atau kuota BBM subsidi adalah 40 juta kiloliter (KL), dan sudah terancam habis sebelum akhir tahun. Rudi mengatakan, penyebabnya antara lain jumlah penjualan mobil yang mendekati 1 juta unit, dan motor yang mendekati 7 juta unit per tahun. Kemudian, banyak BBM subsidi yang dikonsumsi oleh industri, terutama sektor perkebunan dan pertambangan.

"Di bulan Juni saja kuota BBM sudah terpakai 21,7 juta KL. Kita meminta tambahan kepada DPR 4 juta KL lagi untuk tahun ini,” lanjut Rudi.

Rudi mengakui, kuota BBM subsidi di Jakarta bakal habis pada 15 September 2012 ini. "Jika disparitas terlalu tinggi, jangankan menggiring pengguna premium ke pertamax, yang Pertamax saja kembali menggunakan premium," tegas Rudi.

(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads