Hal ini disampaikan oleh Kepala Humas Pertamina Kalimantan Bambang Irianto kepada detikFinance, Kamis (13/9/2012).
"Kami luruskan, tidak ada hal tersebut terjadi di Kalimantan, mana mungkin ada sampai 170 truk BBM keluar dari depo dalam dua minggu tidak terkirim sampai ke SPBU," ujar Bambang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Diungkapkan Bambang, dirinya juga telah mengecek langsung ke Sales Representatif (SR) Pertamina di Kalimantan Barat dan Kepala Dinas Perindustrian di sana, namun tidak ada data temuan seperti yang diungkapkan BPH Migas.
"Kita sudah cek ke SR dan Kepala Dinas Perindustrian Kalbar, tidak ada data yang seperti diungkapkan BPH Migas kalau ada temuan selama 170 truk BBM tidak sampai ke SPBU di Kalimantan," ungkapnya lagi.
Bahkan kata Bambang, tidak ada surat teguran yang dilayangkan oleh BPH Migas kepada Pertamina atas kejadian tersebut apalagi SBPU yang dibekukan operasionalnya.
"Semua SPBU beroperasi semua, tidak ada yang dibekukan. Kami juga tidak pernah terima surat teguran dari BPH Migas karena kejadian tersebut tidak ada, bohong itu," tegasnya.
Sebelumnya, Direktur BBM BPH Migas Djoko Siswanto menyatakan telah menegur keras Pertamina. Ini karena adanya temuan 170 truk tangki BBM di Kalimantan Barat yang keluar dari depo BBM, tapi tak terkirim ke SPBU.
(rrd/dnl)











































