Pertamina Tak Kapok Pemerintah Masih Ngutang Bayar Subsidi BBM

Pertamina Tak Kapok Pemerintah Masih Ngutang Bayar Subsidi BBM

- detikFinance
Jumat, 14 Sep 2012 08:37 WIB
Pertamina Tak Kapok Pemerintah Masih Ngutang Bayar Subsidi BBM
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Stok BBM subsidi 40 juta kiloliter (KL) tinggal beberapa bulan lagi. Apabila DPR tak menyetujui tambahan kuota BBM subsidi, Pertamina tetap rela memasok BBM subsidi walau terancam diutangi seperti tahun lalu.

"Pertamina siap tetap mensuplai BBM subsidi apabila kuota BBM subsidi habis dan ternyata oleh DPR tidak menyetujui permintaan tambahan 4 juta KL sesuai yang diminta Pemerintah," ucap Vice President Communication Pertamina Ali Mundakir di Jakarta, Jumat (14/9/2012).

Dikatakan Ali, hal tersebut dilakukan Pertamina apabila pemerintah menunjuk langsung Pertamina untuk tetap mendistribusikan BBM subsidi walau jatah kuota BBM subsidi sudah habis.

"Kalau ada dasar hukumnya seperti penunjukkan langsung dari pemerintah untuk tetap distribusikan BBM subsidi walau jatahnya sudah habis ya akan kami lakukan, asal dijamin pemerintah, kan Pertamina ini pemegang sahamnya pemerintah jadi terserah pemerintah," ucapnya.

Menurut Ali, Pertamina tidak kapok dengan kejadian tahun lalu, jatah kuota BBM subsidi habis dan Pertamina diminta tetap mendistibusikan BBM subsidi, namun kelebihan kuota sekitar 1,2 juta KL belum dibayarkan pemerintah karena belum mendapatkan izin dari DPR.

"Tidaklah (tidak kapok) walau tahun lalu kelebihan kuota 1,2 juta KL hingga sampai saat ini belum dibayar pemerintah, ya kalau yang jamin pemerintah ya pasti dibayarlah, kalau diminta lagi ya kami tetap lakukan penyaluran BBM subsidi," imbuh Ali.

Namun kata Ali, pihaknya tetap berharap DPR dapat menyetujui tambahan kuota BBM subsidi yang diminta oleh pemerintah sebesar 4 juta KL.

"Kita berdoa saja DPR setuju,karena pada dasarnya jatah 40 juta KL mau dihemat bagaimana pun tetap akan jebol," kata Ali.

Tapi, hingga saat ini Pertamina tetap menjamin pasokan bensin premium di Jakarta yang diprediksi akan habis besok.

"Kan pemerintah punya solusi menggeser kuota minyak tanah yang saat ini tersisa 800.000 KL sekitar 250.000 KL dijadikan premium, tapi itu hanya sedikit memperpanjang nafas saja, amannya DPR tambah kuota BBM subsidi lagi," cetus Ali.

(rrd/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads