Direktur BBM Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Djoko Siswanto menjelaskan, pihaknya bersama Ditjen Migas dan Pertamina telah sepakat melakukan koversi kelebihan kuota minyak tanah nasional sebesar 400.000 kiloliter (KL) untuk dijadikan bensin subsidi khususnya premium.
"Itu bisa untuk 80 hari ke depan. Hari ini seharusnya sudah habis, tapi sudah kita gelontorkan," kata Djoko dalam acara diskusi BBM di rumah makan kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (15/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menunggu kesepakaan penamabahan kuota premium, kekurangan dapat menggunakan kelebihan kuota minyak tanah, kita sudah teken," tutupnya.
(hen/dnl)











































