Menurut Dirjen Minyak dan Gas Kementerian ESDM Evita Legowo, saat ini masih ada sekitar 400 ribu kilo liter kuota BBM berupa minyak tanah yang akan dialihkan ke Premium. Namun, jumlah tersebut hanya bisa memenuhi kebutuhan masyarakat untuk Premium hanya dalam waktu 60 hari.
"Kalau hanya DKI 90 hari tapi kalau daerah yg lain 60 hari. Tetapi itu hanya perkiraan minimum," ujar Evita ketika ditemui di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Minggu (16/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Oleh karena itu kita tetap mencoba tambahan kuota. Ini kan kita belum sempet ke DPR, rencana Senin ke DPR. Sementara kita punya kelebihan jatah kerosine kuota masih bisa kita gunakan untuk Premium. Sudah jadi tapi itu tidak banyak, lagian yang kurang Jakarta yang kurang sedikit, di beberapa daerah masih cukup. Jadi kelebihan kuoto kerosine sementara masih bisa digunakan, tapi rencana senin kita minta ke DPR untuk tambah kuota," jelasnya.
Sementara itu, Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini mengungkapkan skenario terburuk jika tambahan kuota BBM bersubsidi 4 juta kl tersebut tidak disetujui, yaitu warga DKI terpaksa menggunakan Pertamax.
"Kalau nanti tidak disetujui, sederhananya orang Jakarta pakai Pertamax, itu gampangnya, tapi apa kita tega? Makanya ketidaktegaan itulah yang mengharapkan ulur tangan DPR, mestinya dikasih, DPR kan pro rakyat," pungkasnya.
(nia/dru)










































