Deputi Pengendalian Operasi BP Migas Gde Pradyana mengatakan, pihaknya membentuk Divisi Pemeliharaan untuk menekan angka turunnya produksi dan besarnya kehilangan potensi produksi minyak yang saat ini mencapai 15.000 barel per hari.
"Untuk menekan produksi minyak yang terus turun sejak awal tahun (2012) sudah membentuk tim divisi pemeliharaan. Saat ini sedang diisi orang-orangnya dan saya minta segera bekerja membantu KKKS (perusahaan migas) mengatasi masalahnya," kata Gde di Jakarta, Senin (17/9/20120.
Dikatakan Gde, Tim tersebut nantinya dapat memberikan saran dan penyelesaian serta mengawasi peralatan supayalebih antisipatif yang menjadi kendala di lapangan, pasalnya saat ini angka kehilangan produksi minyak mencapai 15.000 barel per hari.
"Dengan adanya tim ini, bisa mengurangi unplanned shutdown dari yang 15.000 barel per hari menjadi 10.000 barel per hari an kalau bisa ke depannya ditekan lagi menjadi hanya 8.000-7.000 barel per hari," ucapnya.
Nantinya kata Gde, tim divisi pemeliharaan ini tidak hanya keliling setiap perusahaan KKKS di lapangan, tetapi juga merekam kerja KKS seperti apa. "Tidak hanya keliling perusahaan KKKS, tetapi kita bisa ngelihat rekam kerja mereka apa, Oversighting mereka, nanti diberi masukan-masukan," ucap Gde.
Terkait target produksi minyak tahun depan, dirinya tetap optimistis akan mencapai 900.000 barel per hari. Hal ini bisa dilihat dari rencana-rencana KKKS seperti Chevron Pasific Indonesia yang melakukan injeksi pada sumur minyaknya, Pertamina WMO (West Madura Offshore) yang telah mengerahkan 2 Ring.
"Tahun lalu saja Chevron menargetkan 336.000 barel per hari tetapi ternyata bisa 348.000 barel per hari, Pertamina WMO jika sudah masuk pada 3 ring bisa mencapai 13.000-14.000 barel per hari, bahkan tahun depan bisa mencapai 22.000-25.000 barel per hari, makanya tahun depan kami optimis dapat memenuhi target 900.000 barel per hari," tegasnya.
Selain itu, dikatakan Gde, permasalah produksi minyak tidak hanya akibat kondisi alam yang pada hakikatnya produksinya turun secara alamiah, tetapi masih tergantungnya produksi dari sumur-sumur tua seperti Duri, Minas dan lainnya.
"Sebanyak 43% produksi kita berasal dari Chevron yang memproduksi sekitar 348.000-350.000 barel per hari dari Minas dan Duri, Duri kita ketemukan pada tahun 1985 baru berproduksi, Minas pada tahun 1977, rata-rata sumur tua semua dan sekarang ini berusaha dihabiskan cadangan minyak yang tersisa di dalamnya," tandas Gde.
(rrd/dnl)











































