Subsidi BBM Capai Rp 200 T, Agus Marto: Yang Diselundupkan Banyak Sekali

Subsidi BBM Capai Rp 200 T, Agus Marto: Yang Diselundupkan Banyak Sekali

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Kamis, 20 Sep 2012 11:46 WIB
Subsidi BBM Capai Rp 200 T, Agus Marto: Yang Diselundupkan Banyak Sekali
Jakarta -

Jumlah anggaran subsidi untuk BBM mencapai ratusan triliun rupiah. Tahun ini ada tambahan kuota 4 juta kiloliter (KL) karena kuota 40 juta KL tidak mencukupi. Pemerintah menyadari banyaknya yang diselundupkan.

BBM subsidi yang seharusnya disediakan untuk orang miskin, ternyata 77% salah sasaran digunakan untuk masyarakat mampu dan juga industri. Entah siapa yang salah, atau membiarkan hal ini terjadi.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, dengan tambahan kuota BBM subsidi 4 juta KL ini, anggaran subsidi BBM bisa naik dari semula Rp 137 triliun menjadi Rp 219 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya betul-betul berharap Pertamina, BPH Migas, Pemda, serta Kementerian ESDM mengendalikan itu. Yang perlu sangat diwaspadai adalah perembesan dan penyelundupan. Itu yang diwaspadai karena yang diselundupkan perkebunan dan pertambangan ini banyak sekali. Lalu di Jakarta juga tinggi (konsumsi BBM)," kata Agus saat ditemui di kediamannya, Jakarta, Kamis (20/9/2012).

Pemerintah menjaga agar tambahan kuota BBM subsidi ini hanya digunakan 3,5 juta KL sehingga dana BBM subsidi yang dikeluarkan adalah Rp 216 triliun.

Menurut Agus, BBM subsidi masih perlu diberikan kepada masyarakat, tapi dia ingin agar subsidi ini tepat sasaran. Jika jumlah BBM subsidi terlalu banyak, pembangunan infrastruktur akan dikorbankan.

Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto kemarin mengatakan, subsidi BBM tidak tepat lagi. Harga seliter BBM subsidi yang lebih murah dari 1 botol air mineral, sudah tidak masuk akal.

Menurut Suryo, subsidi energi (BBM dan listrik) yang mencapai hampir Rp 300 triliun dinilai terlalu besar, dan habis hanya untuk dibakar.

"Bayangkan kalau Rp 300 triliun tersebut dialihkan ke infrastruktur dan pendidikan. Banyak yang merasakan dampaknya, seperti pembangunan infrastruktur efeknya akan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan geliat ekonomi, dan pengusaha pastinya akan memanfaatkannya juga. Bandingkan dengan subsidi BBM dan listrik saat ini, ya yang menikmati kita-kita ini (pengusaha) dan orang mampu," paparnya.

Sebelumnya, menurut laporan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas), seringkali terjadi penyelundupan BBM subsidi yang jumlahnya lumayan. Terakhir, ada sekitar 1.700 KL BBM subsidi diduga yang diselundupkan di Kalimantan. Bahkan ada juga oknum aparat keamanan yang juga membekingi BBM subsidi untuk diselundupkan ke industri.

Bahkan Menteri ESDM Jero Wacik mengakui, selama ini penyelundupan BBM subsidi makin banyak karena harga BBM subsidi yang terlalu murah yaitu Rp 4.500 per liter dibandingkan BBM non subsidi sekitar Rp 9.700 per liter.

Jero Wacik tak menampik adanya penyelundupan BBM subsidi. Bahkan menurut Jero, aksi penyelundupan BBM subsidi makin banyak walaupun sudah banyak yang tertangkap. Hal ini salah satunya disebabkan oleh makin lebarnya perbedaan harga antara BBM subsidi dengan BBM non subsidi.

"Kita sudah tangkap mereka, tapi yang menyelundup makin banyak lagi, semakin banyak akal-akalan mereka", kata Jero.

(dnl/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads