Sebanyak 4 pulau yang menjadi tujuan utama pariwisata dunia di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yakni Senggigi, Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air akhirnya terhubung listrik kabel bawah laut PLN berkapasitas 20 kV.
Kabel sepanjang 10 km tersebut memiliki tebal 3x95 milimeter persegi dengan 2 sirkuit berkapasitas 9,7 MVA. Lewat kabel bawa laut ini, maka keempat pulau mendapatkan pasokan listrik andal dari dua arah melalui Express Feeder 20 kV existing Ampenan-Senggigi-Tanjung.
Sambungan listrik teralir terhitung mulai Rabu (19/09) pukul 17.00 WITA. Dengan kabel bawah laut ini maka PLN mengentikan operasi pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) di Gili Trawangan, dan juga di Gili Meno dan Gili Air.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kabel bawah laut ini memberikan penghematan kepada PLN sebanyak Rp 21 miliar per tahun, karena listriknya disuplai juga dari pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Jerangjang.
"Melalui interkoneksi kabel bawah laut ini, maka listrik 3 Gili ini akan semakin kuat dari sisi pasokannya, karena mendapat suplai listrik dari sistem Lombok, sehingga PLN siap untuk melayani semua masyarakat termasuk jika ada resort wisata yang ingin menjadi pelanggan PLN, tentunya dengan menggunakan skema layanan listrik premium bukan tarif subsidi. Hal ini diharapkan akan ikut serta mendorong pertumbuhan pariwisata di daerah ini dan juga secara nasional" jelas Direktur Operasi PLN Indonesia Timur Vickner Sinaga.
Kepala Dusun Gili Trawangan Marwi mengatakan, warganya sudah lama menantikan hadirnya interkoneksi Lombok-3 Gili.
(dnl/hen)











































