Wamen ESDM: Satu Industri Bisa Disubsidi Miliaran, Kok Masih Menjerit ke MK

Wamen ESDM: Satu Industri Bisa Disubsidi Miliaran, Kok Masih Menjerit ke MK

- detikFinance
Jumat, 21 Sep 2012 14:18 WIB
Wamen ESDM: Satu Industri Bisa Disubsidi Miliaran, Kok Masih Menjerit ke MK
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Pemerintah tahun depan akan menaikkan tarif listrik 15%, namun sebagian industri menolak rencana tersebut. Padahal industri masih mendapatkan subsidi listrik Rp 20 triliun, tetapi masih menjerit dan hendak menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Rudi Rubiandini mengatakan, pemerintah masih memberikan subsidi listrik ke industri Rp 20 triliun tahun depan.

"Pemerintah masih berikan subsidi listrik ke industri tahun depan Ro 20 triliun yang dibagi ke sekian pelanggan industri PLN," kata Rudi di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (21/9/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Rudi, subsidi yang diberikan ke industri dikurangi sedikit dan membuat kenaikan tarif listrik untuk golongan industri paling tinggi dibandingkan golongan lain.

"Tetapi kan mereka tetap diberikan subsidi, satu industri bisa dapat subsidi hingga miliaran rupiah. Bandingkan dengan golongan rumah tangga disubsidi hanya Rp 40 triliun tetapi itu untuk 39 juta lebih pelanggan," jelas Rudi.

Seperti diketahui, pemerintah masih memberikan subsidi listrik sebesar Rp 37,08 triliun untuk golongan rumah tangga R1 450 va dan 900 va.

"Makanya sudah mereka (industri) dapat miliaran, yang sudah dapat ratusan miliar menjeritkan sekarang (karena kenaikan tarif listrik tahun depan), mereka mau Judicial Review (gugat ke Mahkamah Konstitusi),yang benar saja, sudah dapat ratusan miliar masih menjerit," tandasnya.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads