Setelah Indonesia merdeka sejak 1945, PLN akhirnya bisa menyalurkan listrik ke kampung Mbehal, desa desa Pota Wangka, berjarak 20 km dari pusat ibukota kabupaten Manggarai Barat provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).
Warga desa tersebut sangat senang karena akhirnya merasakan merdeka setelah mendapat listrik. Tua Adat kampung Mbehal Yoseph Serong bersyukur bisa mendapat listrik. Untuk wilayah pedalaman, PLN menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Mandiri serta lampu Super Ekstra Hemat Energi (SEHEN).
"Puji Tuhan, akhirnya kami mulai malam ini mulai merasakan kemerdekaan dengan adanya penerangan dari PLTS SEHEN Mandiri. Selama Indonesia merdeka dan sepanjang umur saya, saya mengenal 4 terang, yaitu terang yang asalnya dari Tuhan yaitu matahari dan sinar bulan, lalu terang yang kedua adalah dari terang sinar pelita, ketiga terang dari lampu petromaks, dan yang terakhir adalah terang dari lampu SEHEN," tutur Yoseph dalam siaran pers PLN yang dikutip, Jumat (21/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, PLTS yang diberikan PLN ini cuma bisa untuk menyalakan lampu saja, itu pun hanya 3 lampu SEHEN dengan daya 3 watt. PLTS ini tidak bisa untuk alat elektronik lain seperti TV atau kulkas.
Kampung Mbehal, desa Pota Wangka, berjarak 20 km dari pusat ibukota kabupaten Manggarai Barat provinsi NTT yang dicapai dengan waktu tempuh hampir dua jam perjalanan. (dnl/ang)











































