Anggota DPR: Usut Tuntas Dalang Penyelundupan Minyak ke Malaysia!

Anggota DPR: Usut Tuntas Dalang Penyelundupan Minyak ke Malaysia!

Wahyu Daniel - detikFinance
Selasa, 25 Sep 2012 12:27 WIB
Anggota DPR: Usut Tuntas Dalang Penyelundupan Minyak ke Malaysia!
Jakarta -

Dalam dua hari berturut-turut aksi penyelundupan minyak mentah ke Singapura dan Malaysia digagalkan. Pemerintah harus usut tuntas dalam penyelundupan minyak tersebut.

Hal ini disampaikan oleh Anggota Komisi VII DPR Satya W Yudha kepada detikFinance, Selasa (25/9/2012).

"Itu harus diusut sampai ke akar-akarnya. Kebocoran minyak mentah dan BBM itu ada di mana. Akan jadi prestasi pemerintah apabila berani mengungkap hal tersebut," tegas Satya menantang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Satya mengatakan, penyelundupan ini menjadi akar masalah mengapa subsidi BBM yang dihabiskan Indonesia bisa mencapai hingga Rp 200 triliun per tahun. Ketersediaan BBM dalam negeri itu didapat dari dua cara, yaitu mengimpor BBM jadi atau mengimpor minyak mentah dari untuk diolah pada kilang di dalam negeri.

"Kalau banyak yang dimaling, maka makin banyak dana subsidinya. Ini untuk kesekian kalinya BBM atau minyak mentah diselewengkan. Pemerintah harus membuat gerakan nasional pemberantasan penyelundupan BBM dan minyak mentah," tutur Satya.

Lalu siapa yang bertanggung jawab terhadap penyelundupan ini? Satya mengatakan banyak yang bertanggung jawab. Tak hanya Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas). "Untuk BBM, Pertamina menyatakan hanya bertanggung jawab sampai BBM keluar dari depo, setelah itu lepas tangan. Ini sangat tidak elok pernyataannya," tegas Satya.

Politisi Partai Golkar ini menyatakan, harusnya wakil presiden langsung turun tangan menangani masalah pengawasan minyak mentah dan BBM ini.

Seperti diketahui, Minggu (23/9/2012) lalu, Ditjen Bea Cukai Kepulauan Riau menggagalkan sebuah super tangker bernama MT Martha Global berbendera Indonesia dengan muatan 35 juta liter (35 ribu kiloliter) minyak mentah Indonesia yang ingin diselundupkan ke Malaysia.

Padahal pada Sabtu (22/9/2012), Bea Cukai Kepri juga menggagalkan penyelundupan 700 ton minyak mentah dari Indonesia ke Malaysia dan Singapura.

(dnl/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads