Manajer Humas PT Pertamina EP Agus Amperianto mengatakan, dari Januari-17 September 2012, pengiriman minyak mentah Pertamina EP ke kilang pengolahan hilang rata-rata sebanyak 17%.
"Loss pengiriman minyak mentah kita ke kilang pengolahan dari Januari-17 September 2012 hilang rata-rata sebanyak 17%," ungkap Agus kepada detikFinance, Selasa (25/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah kita hitung ternyata kehilangan pengiriman minyak kami sebesar 17%, atau hingga 17 September mencapai 232.000 barel jika dirupiahkan mencapai Rp 198,3 miliar lebih," ujar Agus.
Hilangnya minyak mentah sebanyak 232.000 barel tersebut karena aksi pencurian minyak mentah dengan cara melubangi pipa minyak milik PT Pertagas (Pertamina Gas) yang digunakan untuk mendistribusikan minyak mentah dari lapangan minyak ke kilang domestik dan ekspor.
"Loss 17% akibat aksi pencurian minyak yang sering terjadi dari tahun ke tahun," kata Agus.
Untuk menangani masalah ini, kata Agus, pihaknya sudah berupaya bekerjasama dan berkoordinasi denga berbagai pihak seperti BP Migas, Kepolisian, hingga TNI dan Polhukam.
"Pasalnya pihak pencuri seperti terorganisir, selain pihak luar yang melakukan pencurian, tetapi juga melibatkan pihak dalam seperti oknum Pertamina sendiri dan pihak keamanan, makanya kita sampai meminta bantuan Polhukam," ungkapnya lagi.
"Sudah ada oknum Pertamina yang kita pecat, orang Elnusa juga, dan pihak ketika yang bekerja dengan kami," tandas Agus.
(rrd/dnl)











































