Manager Humas Pertamina EP Agus Amperianto mengatakan, kasus pencurian minyak tak hanya merugikan ratusan miliar bisnis hulu migas, tapi sisi bisnis hilir Pertamina dirugikan juga.
"Karena para pencuri ini mengoplos minyak mentah curian untuk dijadikan solar. Karena warna yang hampir mirip sehingga secara kasat mata sulit dibedakan," kata Agus kepada detikFinance, Rabu (26/9/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka mendapatkan selisih delta yang cukup besar, harganya murah, dan berasal dari barang curian. Kita bersaing dengan produk yang bahan dasarnya di produksi Pertamina dan dijual dengan harga jauh lebih murah," ucapnya.
Seperti dikatakan Agus sebelumnya, akibat pencurian minyak mentah yang dialami Pertamina EP dari Januari-17 September 2012, terhitung Pertamina kehilangan sekitar 232.000 barel minyak mentah.
Menurut Agus, dalam sebulan Pertamina EP mendistribusikan minyak mentah sebanyak 330.000 barel per bulan atau dengan rata-rata per hari mencapai 11.000 barel.
"Setelah kita hitung ternyata kehilangan pengiriman minyak kami sebesar 17%, atau hingga 17 September mencapai 232.000 barel jika dirupiahkan mencapai Rp 198,3 miliar lebih," ujar Agus.
Hilangnya minyak mentah sebanyak 232.000 barel tersebut karena aksi pencurian minyak mentah dengan cara melubangi pipa minyak milik PT Pertagas (Pertamina Gas) yang digunakan untuk mendistribusikan minyak mentah dari lapangan minyak ke kilang domestik dan ekspor.
"Loss 17% akibat aksi pencurian minyak yang sering terjadi dari tahun ke tahun," kata Agus.
(rrd/dnl)











































