Menko Polhukam Akui Ada Aparat Keamanan Yang Terlibat Pencurian Minyak

Menko Polhukam Akui Ada Aparat Keamanan Yang Terlibat Pencurian Minyak

- detikFinance
Senin, 01 Okt 2012 13:20 WIB
Menko Polhukam Akui Ada Aparat Keamanan Yang Terlibat Pencurian Minyak
Jakarta - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukham) Djoko Suyanto mengakui adanya aparat keamanan yang terlibat dalam pencurian minyak mentah dan BBM subsidi, khususnya yang marak terjadi di Sumatera Selatan.

"Seperti disampaikan Pak Satya (Anggota Badan Anggaran DPR), telah terjadi pencurian minyak yang marak terjadi seperti di Sumsel, dengan jumlahnya yang sangat besar, kami sudah turunkan tim untuk selesaikan masalah tersebut," kata Djoko di Rapat Kerja dengan Badan Anggaran DPR yang dilakukan di Gedung PR, Senayan, Jakarta, Senin (1/10/2012).

Namun, kata Djoko, tim yang diturunkan tersebut diakui tidak sebagus saat melakukan koordinasi dalam rapat, sering kali justru hasilnya belum terlihat dikarenakan terbentur berbagai masalah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hasilnya belum terlalu signifikan, karena terbenturnya berbagai masalah, seperti masalah sosial, adanya aparat keamanan yang terlibat, dan lainnya," ujarnya.

Selain minyak mentah, penyelundupan BBM subsidi juga seringkali terjadi. Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) pernah menyatakan soal dugaan penyelundupan BBM subsidi sebanyak 1.700 kiloliter (KL) atau kira-kira setara 170 truk tangki BBM di Kalimantan Selatan yang tidak sampai ke SPBU.

Bahkan ada juga BBM subsidi khususnya solar yang diselundupkan ke industri dan Pertambangan dan dibekingi oknum Jenderal TNI bintang 1 dan 3 Kolonel. Menurut Hatta masalah ini harus ditangani secara serius. Karena berarti BBM subsidi banyak yang tidak tepat ke sasaran yaitu golongan tidak mampu.

Pada Minggu (23/9/2012) lalu, Ditjen Bea Cukai Kepulauan Riau menggagalkan sebuah super tangker bernama MT Martha Global berbendera Indonesia dengan muatan 35 juta liter (35 ribu kiloliter) minyak mentah Indonesia yang ingin diselundupkan ke Malaysia.

Super tangker tersebut berhasil ditangkap oleh kapal patroli Bea Cukai BC8005 di perairan internasional-Laut Natuna.

Manager Humas PT Pertamina EP Agus Amperianto mengatakan, melihat lokasi perairan penangkapan kapal penyelundup di perairan internasional-Laut Natuna, kuat dugaannya minyak mentah tersebut milik Pertamina.

Sebelumnya, Bea Cukai Kepulauan Riau juga berhasil menggagalkan penyelundupan 700 ton minyak mentah dari Indonesia ke Malaysia dan Singapura. Bea Cukai Kepri juga pernah berhasil menangkap 2 Kapal berbendera asing yang diduga melakukan penyelundupan BBM Subsidi milik Indonesia dengan total sebanyak 850 ton solar subsidi, jika upaya penyelundupan tersebut berhasil negara berpotensi mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.

Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto pernah mengatakan, subsidi BBM tidak tepat lagi. Harga seliter BBM subsidi yang lebih murah dari 1 botol air mineral, sudah tidak masuk akal.

Menurut Suryo, subsidi energi (BBM dan listrik) yang mencapai hampir Rp 300 triliun dinilai terlalu besar, dan habis hanya untuk dibakar.

"Bayangkan kalau Rp 300 triliun tersebut dialihkan ke infrastruktur dan pendidikan. Banyak yang merasakan dampaknya, seperti pembangunan infrastruktur efeknya akan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan geliat ekonomi, dan pengusaha pastinya akan memanfaatkannya juga. Bandingkan dengan subsidi BBM dan listrik saat ini, ya yang menikmati kita-kita ini (pengusaha) dan orang mampu," paparnya.

Bahkan Menteri ESDM Jero Wacik mengakui, selama ini penyelundupan BBM subsidi makin banyak karena harga BBM subsidi yang terlalu murah yaitu Rp 4.500 per liter dibandingkan BBM non subsidi sekitar Rp 9.700 per liter.

Jero Wacik tak menampik adanya penyelundupan BBM subsidi. Bahkan menurut Jero, aksi penyelundupan BBM subsidi makin banyak walaupun sudah banyak yang tertangkap. Hal ini salah satunya disebabkan oleh makin lebarnya perbedaan harga antara BBM subsidi dengan BBM non subsidi.

"Kita sudah tangkap mereka, tapi yang menyelundup makin banyak lagi, semakin banyak akal-akalan mereka", kata Jero.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads