Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, pemerintah berpandangan rakyat masih membutuhkan BBM subsidi.
"Saya tetap beranggapan rakyat harus diberi subsidi BBM," kata Hatta seusai menghadiri rapat kerja dengan Badan Anggaran DPR yang diadakan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (1/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi kenyatannya, saat ini struktur pemberian subsidi masih kurang baik, untuk itu pemerintah akan merestruktur penerima subsidi, jadi nantinya yang boleh menikmati subsidi hanya yang berhak misalnya untuk transportasi umum.
"Yang tidak tepat saat ini adalah merestruktur penerima subsidi, jadi yang tidak berhak malah menikmati subsidi. nanti kedepannya pemerintah akan memperbaiki sturktur penerima subsidi, jadi yang boleh misalnya hanya transportasi umum, serta penggunanya yang tidak mampu itulah yang harus disubsidi," ucapnya.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) pernah menyatakan soal dugaan penyelundupan BBM subsidi sebanyak 1.700 kiloliter (KL) atau kira-kira setara 170 truk tangki BBM di Kalimantan Selatan yang tidak sampai ke SPBU.
Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto pernah mengatakan, subsidi BBM tidak tepat lagi. Harga seliter BBM subsidi yang lebih murah dari 1 botol air mineral, sudah tidak masuk akal.
Menurut Suryo, subsidi energi (BBM dan listrik) yang mencapai hampir Rp 300 triliun dinilai terlalu besar, dan habis hanya untuk dibakar.
"Bayangkan kalau Rp 300 triliun tersebut dialihkan ke infrastruktur dan pendidikan. Banyak yang merasakan dampaknya, seperti pembangunan infrastruktur efeknya akan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan geliat ekonomi, dan pengusaha pastinya akan memanfaatkannya juga. Bandingkan dengan subsidi BBM dan listrik saat ini, ya yang menikmati kita-kita ini (pengusaha) dan orang mampu," paparnya.
Bahkan Menteri ESDM Jero Wacik mengakui, selama ini penyelundupan BBM subsidi makin banyak karena harga BBM subsidi yang terlalu murah yaitu Rp 4.500 per liter dibandingkan BBM non subsidi sekitar Rp 9.700 per liter.
Jero Wacik tak menampik adanya penyelundupan BBM subsidi. Bahkan menurut Jero, aksi penyelundupan BBM subsidi makin banyak walaupun sudah banyak yang tertangkap. Hal ini salah satunya disebabkan oleh makin lebarnya perbedaan harga antara BBM subsidi dengan BBM non subsidi.
"Kita sudah tangkap mereka, tapi yang menyelundup makin banyak lagi, semakin banyak akal-akalan mereka", kata Jero.
(rrd/dnl)











































