Bos BP Migas: Pencurian Minyak di RI Sudah 'Berjamaah'

Bos BP Migas: Pencurian Minyak di RI Sudah 'Berjamaah'

- detikFinance
Senin, 01 Okt 2012 16:53 WIB
Bos BP Migas: Pencurian Minyak di RI Sudah Berjamaah
Jakarta - Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) menyatakan, kegiatan pencurian minyak di Indonesia sudah berjamaah alias melibatkan banyak pihak. Apa saran BP Migas?

Kepala BP Migas Raden Priyono mengaku tindak pencurian minyak mentah di Indonesia sulit untuk dibasmi. BP Migas malah menyarankan perusahaan migas di Indonesia untuk mengasuransikan pengangkutan minyaknya.

Asuransi dibutuhkan karena menurut Priyono, aksi pencurian minyak mentah kerap dilakukan baik melalui kapal atau melubangi pipa distribusi minyak mentah, BP Migas menyarankan agar KKKS mengasuransikan pengangkutan minyak buminya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kelihatannya sudah saatnya KKKS (kontraktor kontrak kerja sama/perusahaan migas) mengasuransikan pengangkutan minyak buminya," kata Priyono kepada detikFinance, Senin (1/10/2012).

Menurut Priyono, mengasuransikan pengangkuta ini lebih baik daripada harus berhadapan dengan modus pencurian minyak bumi yang terorganisir tersebut.

β€œPasti lebih baik dari pada berhadapan dengan modus pencurian minyak bumi yang berjamaah seperti itu,” tegas Priyono.

Pada Minggu (23/9/2012) lalu, Ditjen Bea Cukai Kepulauan Riau menggagalkan sebuah super tangker bernama MT Martha Global berbendera Indonesia dengan muatan 35 juta liter (35 ribu kiloliter) minyak mentah Indonesia yang ingin diselundupkan ke Malaysia.

Super tangker tersebut berhasil ditangkap oleh kapal patroli Bea Cukai BC8005 di perairan internasional-Laut Natuna.

Manager Humas PT Pertamina EP Agus Amperianto mengatakan, melihat lokasi perairan penangkapan kapal penyelundup di perairan internasional-Laut Natuna, kuat dugaannya minyak mentah tersebut milik Pertamina.

Sebelumnya, Bea Cukai Kepulauan Riau juga berhasil menggagalkan penyelundupan 700 ton minyak mentah dari Indonesia ke Malaysia dan Singapura.

Bea Cukai Kepri juga pernah berhasil menangkap 2 kapal berbendera asing yang diduga melakukan penyelundupan BBM subsidi milik Indonesia dengan total sebanyak 850 ton solar subsidi, jika upaya penyelundupan tersebut berhasil negara berpotensi mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.


(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads