Pelaku Pencurian Minyak Mentah Indonesia Capai 3.500 Orang Lebih

Pelaku Pencurian Minyak Mentah Indonesia Capai 3.500 Orang Lebih

Rista Rama Dhany - detikFinance
Selasa, 02 Okt 2012 10:33 WIB
Pelaku Pencurian Minyak Mentah Indonesia Capai 3.500 Orang Lebih
Jakarta - Sudah puluhan tahun minyak mentah Indonesia khususnya di Sumatera Selatan, Tempino-Plaju dicuri. Dalam setahun ratusan miliar melayang, dan pelaku pencurian saat ini sudah 'berjamaah' mencapai 3.500 orang lebih.

Hal ini diungkapkan Deputi Pengendalian Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Gde Pradyana ketika ditemui di Acara HUT Pertambangan dan Energi di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (2/10/2012).

"Pencurian minyak khususnya di Tempino-Plaju itu memang sudah berjamaah, ribuan orang pelakunya, diperkirakan mencapai 3.500 orang lebih," kata Gde.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Gde, pencurian minyak ini sendiri sudah terjadi sangat lama sekali, bahkan sebelum BP Migas berdiri.

"Pencurian ini sudah terjadi lama sekali, bahkan sebelum BP Migas berdiri, sekitar 20 tahun lebih terjadi," ujar Gde.

Dikarenakan pencurian minyak ini sudah berjamaah dan memang sudah jadi mafia minyak yang melibatkan tidak hanya warga sekitar pipa, tetapi juga melibatkan pejabat dan aparat keamanan.

"Rumitnya penuntasan pencurian minyak ini, makanya saat ini telah dibentuk tim khusus dan sudah di bawah komando Menteri Koordinator Politik, hukum dan keamanan (Menko Polhukam)," ujarnya lagi.

Pada Minggu (23/9/2012) lalu, Ditjen Bea Cukai Kepulauan Riau menggagalkan sebuah super tangker bernama MT Martha Global berbendera Indonesia dengan muatan 35 juta liter (35 ribu kiloliter) minyak mentah Indonesia yang ingin diselundupkan ke Malaysia.

Super tangker tersebut berhasil ditangkap oleh kapal patroli Bea Cukai BC8005 di perairan internasional-Laut Natuna.

Manager Humas PT Pertamina EP Agus Amperianto mengatakan, melihat lokasi perairan penangkapan kapal penyelundup di perairan internasional-Laut Natuna, kuat dugaannya minyak mentah tersebut milik Pertamina.

Sebelumnya, Bea Cukai Kepulauan Riau juga berhasil menggagalkan penyelundupan 700 ton minyak mentah dari Indonesia ke Malaysia dan Singapura.

Bea Cukai Kepri juga pernah berhasil menangkap 2 kapal berbendera asing yang diduga melakukan penyelundupan BBM subsidi milik Indonesia dengan total sebanyak 850 ton solar subsidi, jika upaya penyelundupan tersebut berhasil negara berpotensi mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads