Reaktor Nuklir Jepang Beroperasi, Harga Minyak RI Turun US$ 0,7/Barel

Reaktor Nuklir Jepang Beroperasi, Harga Minyak RI Turun US$ 0,7/Barel

Rista Rama Dhany - detikFinance
Selasa, 02 Okt 2012 18:25 WIB
Reaktor Nuklir Jepang Beroperasi, Harga Minyak RI Turun US$ 0,7/Barel
Jakarta - Harga rata-rata minyak mentah Indonesia di September 2012 mencapai US$ 111,02 per barel, turun US$ 0,7 per barel dibanding Agustus. Karena beroperasinya dia reaktor nuklir Jepang.

Demikian perhitungan Tim Harga Minyak Ditjen Migas Kementerian ESDM yang dikutip, Selasa (2/10/2012).

"Harga minyak mentah Indonesia September 2012 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya, akibat turunnya permintaan minyak mentah direct burning dari Jepang yang disebabkan antara lain oleh reaktivasi dua reaktor nuklir dan masih tingginya stok minyak mentah direct burning," tutur Tim Harga Minyak Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara perkembangan harga rata-rata minyak mentah utama di pasar Internasional di September 2012 mengalami peningkatan dibandingkan Agustus 2012:

  • WTI (Nymex) naik sebesar US$ 0,49 per barel dari US$ 94,16 per barel menjadi US$ 94,65 per barel.
  • Brent (ICE) naik sebesar US$ 0,29 per barel dari US$ 112,68 per barel menjadi US$ 112,97 per barel.
  • Tapis (Platts) naik sebesar US$ 0,92 per barel dari US$ 115,94 per barel menjadi US$ 116,86 per barel.
  • Basket OPEC naik sebesar US$ 1,21 per barel dari US$ 109,52 per barel menjadi US$ 110,73 per barel.
Peningkatan harga minyak mentah tersebut di atas diakibatkan oleh beberapa faktor, yakni:

  • Respons positif pasar atas kebijakan stimulus ekonomi yang dikeluarkan oleh bank sentral AS, Eropa, dan China untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
  • Ketidakstabilan kondisi geopolitik di Timur Tengah
  • Proyeksi permintaan minyak mentah global di 2012 berdasarkan publikasi EIA (Energy Information Administration), IEA (International Energy Agency), CGES (Centre for Global Energy Studies), OPEC dan Reuters menunjukkan peningkatan sebesar 0,02-0,26 juta bph dibandingkan proyeksi bulan sebelumnya.
  • Adanya pemeliharaan fasilitas produksi minyak mentah di kawasan Laut Utara.
Namun terdapat beberapa faktor yang menahan peningkatan harga minyak mentah, yaitu:

  • Kekhawatiran pasar atas lambatnya penyelesaian krisis hutang di zona Eropa khususnya di Spanyol dan Yunani.
  • Naiknya produksi minyak dari negara-negara OPEC antara 0,05-0,25 juta barel per hari di Agustus 2012 dibandingkan produksi bulan sebelumnya berdasarkan publikasi IEA, OPEC dan CGES.
  • Stok minyak mentah AS mengalami peningkatan sebesar 8,1 juta barel dan stok distillate fuel oil AS mengalami peningkatan sebesar 0,6 juta barel.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads