Dahlan mengatakan, pipa milik Pertagas (anak usaha Pertamina) di Sumsel tersebut menyalurkan 2.000 barel minyak dan aksi pencurian sudah makin parah.
"Pertamina tidak disiapkan organisasinya mengatasi persoalan itu. Itukan sudah menyangkut jaringan yang begitu luas, Pertamina bisanya mengadu kepada pihak keamanan. Karena di negara ini ada pihak yang menangani keamanan," tegas Dahlan saat ditemui di JCC, Senayan, Jakarta, Rabu (3/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, Manajer Humas Pertamina EP Agus Amperianto mengatakan, dari Januari-17 September 2012, pengiriman minyak mentah Pertamina EP ke kilang pengolahan hilang rata-rata sebanyak 17%.
Menurut Agus, dalam sebulan Pertamina EP mendistribusikan minyak mentah sebanyak 330.000 barel per bulan atau dengan rata-rata per hari mencapai 11.000 barel.
"Setelah kita hitung ternyata kehilangan pengiriman minyak kami sebesar 17%, atau hingga 17 September mencapai 232.000 barel jika dirupiahkan mencapai Rp 198,3 miliar lebih," ujar Agus.
Hari ini, minyak Pertamina yang dicuri oleh kawanan pencuri meledak dan menimbulkan korban tewas dan luka-luka yang tak lain adalah pencuri itu sendiri.
Kebakaran terjadi di dekat jalur pipa Tempino-Plaju di kilometer 219 Kecamatan Bayung Lencir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
Deputi Pengendalian Operasi Badan Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Gde Pradyana pernah mengatakan, sudah puluhan tahun minyak mentah Indonesia khususnya di Sumatera Selatan, Tempino-Plaju dicuri. Dalam setahun ratusan miliar melayang, dan pelaku pencurian saat ini sudah 'berjamaah' mencapai 3.500 orang lebih.
(feb/dnl)











































