Tempat penampungan minyak curian ini sangat terbuka, namun sama sekali tidak terendus oleh aparat keamanan. Pihak kepolisian tidak mengetahui adanya pencurian minyak dengan modus ilegal tapping (membolongi pipa induk distribusi minyak mentah).
"Siap Komandan, tidak ada laporan (pencurian minyak) selama ini," kata Kapolres Musi Banyuasin AKBP Toto Wibowo ketika ditanyakan kejadian tersebut oleh Wakapolda Sumatera Selatan M. Zulkarnaen ketika meninjau lokasi ledakan, Banyuasin, Kamis (4/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bagaimana bisa, ini kan lokasi di pinggir jalan, terbuka lebar, masa tidak terlihat," tegasnya.
Seperti diketahui sebelumnya, Rabu (3/10/2012) di KM 219 Tempino atau 3 KM menuju Plaju terjadi ledakan besar yang ditenggarai akibat aksi pecurian minyak mentah yang diambil dari pipa milik PT Pertamina Gas.
Ledakan terjadi di penampungan minyak hasil curian yang dan diduga karena pencuri saat melakukan aksinya sambil merokok sementara minyak mentah yang diambil berjenis cair yang banyak mengandung gas.
Akibatnya terjadi ledakan yang menewaskan 5 orang dan 18 orang luka bakar.
(rrd/dnl)










































