Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini menyatakan, pasca ledakan minyak curian Pertamina di pipa Tempino-Plaju Sumatera Selatan kemarin, Pertamina bakal mengganti pipanya yang sudah berumur lebih dari 30 tahun.
"Telah dilakukan rapat koordinasi antara Pertamina, Pertagas, Elnusa, Pemda, Kepolisian, TNI yang menghasilkan kesepakatan. Pertama pipa baru sebagai pengganti pipa yang sudah ratusan 'dibocorin' plus sudah berumur lebih dari 30 tahun akan diselesaikan Desember 2012 dengan jalur pipa yang sama," tutur Rudi usai mengunjungi lokasi ledakan minyak curian di Banyuasin, Sumatera Selatan, Kamis (4/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua pelaku pengelola ilegal sumur tua agar digiring mengikuti aturan yang ada, yaitu membuat koperasi dan kerjasama dengan Pertamina, di mana semua produknya ditampung Pertamina dengan harga yang telah ditetapkan BP migas minimal 75% dari harga minyak Indonesia," tutur Rud
Kemudian, ujar Rudi, Elnusa harus segera melaporkan kepada aparat bila ditemui ada gangguan terhadap obyek vital nasional seperti pipa sehingga aparat akan segera menindaknya.
"Bagi para penyuling minyak ilegal, setelah tidak ada pencurian dari pipa, dan minyak dari sumur tua sudah langsung dikirim ke Pertamina, maka dipersilakan membuat bentuk usaha koperasi untuk menjalankan usahanya, dan bila diperlukan minyak mentah silakan beli dari Pertamina," Rudi.
Setelah semua perbaikan dan pembenahan dilakukan, Kepolisian diminta menindak tegas bila masih ada yang melakukan tindakan di luar hukum yang berlaku. Kepolisian akan menyelesaikan uji forensik untuk menyimpulkan penyebab terjadinya kecelakaan.
(dnl/hen)











































