Alat Ngebor Minyak Vico Ambruk, Kerugian Capai US$ 50 Juta Lebih

Alat Ngebor Minyak Vico Ambruk, Kerugian Capai US$ 50 Juta Lebih

Rista Rama Dhany - detikFinance
Jumat, 05 Okt 2012 14:27 WIB
Alat Ngebor Minyak Vico Ambruk, Kerugian Capai US$ 50 Juta Lebih
Jakarta -

Alat pengeboran minyak (RIG Pengeboran) milik Vico Indonesia anak perusahaan Britania Raya di Blok Sangasanga, Kalimantan Timur 3 hari lalu ambruk karena menemukan lapisan dangkal. Diperkirakan kerugian mencapai US$ 50 juta, namun diyakini tidak mengganggu produksi minyak dan gas.

Kepala Divisi Humas dan Security BP Migas, Hadi Prasetyo menjelaskan saat melakukan pencarian minyak, Rig milik Vico menemukan lapisan gas di Permukaan yang dangkal.

"Akibat ditemukannya lapisan dangkal tersebut yang keras dan dangkal membuat Rig roboh dan hingga mengeluarkan semburan air disertai gas," kata Hadi ketika dihubungi, Jumat (5/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun kata Hadi, robohnya Rig tersebut tidak mengeluarkan kebakaran dan sudah diamankan. "Sudah aman, sudah dibersihkan dan tidak menggangu produksi karena itu merupakan langkah pencarian minyak baru. Untuk produksi gas saja produksi Vico mencapai 7 juta kaki kubik per hari," ucap Hadi.

Hal yang sama juga diungkapkan Wakil Menteri Energi Sumber Daya Mineral, Rudi Rubiandini, kejadian ambruknya Rig tersebut sudah terjadi tiga hari lalu.

"Di lapisan yang dangkal itu peralatannya belum siap kan namanya juga dangkal belum ada BOP, yang ada diverter, karena ada diverter terjadi tadi tid jadi tidak sempat ditutup, karena terjadi eksos dan keluar gasnya yang secara cepat dari lapisan itu, posisi dari kaki rig itu tidak stabil jadi runtuh," jelas Rudi.

Menurut Rudi, diperkirakan kerugian mencapai US$ 50 juta. "Kerugian sekitar US$ 50 juta lebih, untuk Rig-nya saja US$ 25-30 juta. Namun kerugian tersebut tidak bisa dijadikan cost recovery, karena itu sudah diasuransikan oleh Vico sendiri, jadi asuransi lah yang nanggung," ungkap Rudi.

Rudi menuturkan produksi tidak terganggu, tetapi yang terganggu adalah rencana produksi, karena rencana produksi itu dilakukan untuk menutup decline. "Nah kejadian tersebut tentunya berdampak pada rencana produksi," tandasnya.

(rrd/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads