Permasalahan utama turunnya produksi secara nasional tidak hanya berkurangnya hasil pada ladang minyak besar seperti Duri, Minas dan lainnya, tapi juga adanya perbaikan alat.
"Saat ini sedang ada beberapa pekerjaan dulu di lapangan yg ikut membuat produksi minyak dan gas berkurang. Antara lain, pekerjaan Turn Around (TAR) pada Train-1 Tangguh di Papua yang akan berlangsung sampai akhir bulan ini," kata Gde kepada detikFinance, Sabtu (6/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"TAR di Train-1 Tangguh membuat produksi gas kita dari Tangguh turun sekitar 930 mmscfd dan kondensat 5000 barel. Minyak dan gas tersebut tidak hilang, tapi masih tersimpan di dalam perut bumi," ungkap Gde.
Terkait terus turunnya produksi minyak Indonesia tiap harinya, menurut Gde hal tersebut merupakan hal yang biasa terjadi. "Produksi harian akan selalu naik-turun? Nanti setelah TAR dan pekerjaan-pekerjaan di lapangan lain selesai maka produksi akan naik lagi," yakin Gde.
Faktor lain turunnya produksi adalah terhambatnya pekerjaan PT Pertamina EP di lapangan Mundu, Jatibarang, Sumatera Selatan karena dihalang-halangi karyawan. Pekerja outsourcing yang menutup lokasi kerja membuat produksi turun 1.500 BOPD.
(rrd/wep)










































