Akibat aksi mogok dan demontrasi buruh Pertamina sejak tanggal 3 Oktober lalu, 80 sumur minyak berhenti beroperasi dan mengakibatkan tidak ada produksi crude oil (minyak mentah) yang dihasilkan oleh Pertamina EP Field Jatibarang.
"Jadi kami diintimidasi pendemo untuk menutup semua jaringan gas ke sumur-sumur minyak. Kita tahu, untuk mengangkat minyak dari sumur, harus menggunakan gas. Otomatis produksi crude oil terhenti," kata Heri Aminanto, Asisten Manager Onshore Field Jatibarang.
Dalam sehari, crude oil yang dihasilkan 80 sumur minyak mencapai 1.516 barel. Sehingga jika dihitung selama 4 hari, kerugian mencapai 6.064 barel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Padahal untuk bisa memulihkan seperti semula, harus pelan-pelan memompa gas. Mungkin butuh 2-3 hari," tambah Heri, yang ditemui di Stasiun Kompresor Gas Pertamina EP Field Jatibarang, Sabtu (6/10/2012).
Pertamina EP Field Jatibarang bahkan terpaksa mendatangkan tenaga bantuan operasi dari Subang dan Cepu. Minyak mentah dari 80 sumur Field Jatibarang ini, kemudian dikumpulkan di Stasiun Pengumpul Utama (SPU) A dan B, untuk disalurkan ke Balongan, Balikpapan dan Cilacap.
Namun sejuah ini, pengiriman ke Balikpapan dan Cilacap masih normal, karena stok minyak mentah di Balongan masih cukup.
(wep/wep)











































