Pertamina EP Field Jatibarang memperkirakan aksi demo dan mogok masal buruh outsourcing yang terjadi sejak 3 Oktober hingga kini, sudah disiapkan secara matang dalam Kongres Aliansi Serikan Buruh Indonesia (KASBI).
"Analisa kami, mereka sudah menyiapkan secara matang, aksi demo dan mogok tersebut," kata Kepala Layanan Operasi Pertamina EP Field Jatibarang, Joko Riyanto, Sabtu (6/10/2012).
Untuk menutup akses masuk ke seluruh kantor dan Stasiun Pengumpul Utama (SPU) A dan B, serta Stasiun Kompresor Gas, pendemo menggunakan kendaraan berat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat aksi mogok mulai terjadi, para buruhoutsourcing membajak dua trailer pengangkut pipa dari Prabumulih dan delapan trailer pengangkut pipa dari pabrik Bakrie di Jakarta.
"Mereka mengetahui jadwal pengiriman, dan membajak di jalan," lanjut Joko.
Menurut Joko, dua trailer pengangkut pipa digunakan untuk menutup akses di Pertamina Field Jatibarang. Sedangkan trailer difungsikan pendomosebagai menutup akses di Pertamina Balongan.
"Setelah itu, mereka mengempesi ban, mengempesi angin pompa hidrolis dan membuang klep hidrolis, serta mengambil accu kendaraan berat," tegas Joko ditemui di Pertamina EP Field Jatibarang.
Hingga kini, kendaraan berat masih menutupi semua akses ke Pertamina, baik di Balongan maupun di Field Jatibarang. Akibat demo dan mogok massal buruh Pertamina, kerugian perusahaan mencapai Rp 5,18 miliar akibat terhentinya produksi minyak mentah.
(rrd/wep)











































