Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi Energi Listrik Terbarukan

Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi Energi Listrik Terbarukan

- detikFinance
Senin, 08 Okt 2012 13:05 WIB
Indonesia Jadi Tuan Rumah Konferensi Energi Listrik Terbarukan
Jakarta - Indonesia kembali dipercaya menjadi tuan rumah event atau acara berskala internasional.

Kali ini Indonesia dipercaya oleh The Association of The Electricity Supply Industry of East Asia dan The Western Pasific (AESIEAP) menyelenggarakan The 19th Conference of Electric Power Supply Industry (CEPSI) tahun 1012 di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Depasar Bali. Acara yang membahas tentang teknologi bersih atau terbarukan untuk listrik ini, akan dilangsungkan mulai tanggal 15 sampai 19 Oktober 2012.

Ketua Masyarakat Kelistrikan Nasional (MKI) Harry Jaya Pahlawan sebagai ketua penyelenggara menjelaskan acara tersebut bisa menjadi pendorong untuk penerapan teknologi bersih di bidang pembangkit tenaga listrik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tekno bersih sejalan kebijakan pemerintah Indonesia. Program 10.000 mw kedua. Program pertama yakni 10.000 mw membangun PLTU dengan batubara. Yang kedua membangun pembangkit listrik tenaga air, geothermal. Termasuk rencana penurunan karbon sampai 26 persen di 2020 serta kontribusi energi terbarukan sebesar 25 persen hingga tahun 2025," kata Harry di Gedung Dewan Pers Kebon Sirih Jakarta, Senin (8/10/2012).

Nantinya, acara yang akan dibuka oleh Menteri ESDM, Jero Wacik ini diharapkan bisa dihadiri oleh 2.000 peserta dari 160 perusahaan listrik di 29 negara Asia Pasifik.

"Tamunya 1000 lebih, yang sudah mendaftar," tambahnya.

Ditempat yang sama, Executive Director CEPSI Andri Doni menjelaskan format acara akan ada diisi keynote speech 4 sesi, plenary session 4 sesi, technical session ada 7 sesi parallel yang akan mempresentasikan 400 makalah dan 101 sesi poster.

Andri berharap, acara ini bisa bermanfaat untuk mendorong pengembangan energi terbarukan bidang kelistrikan khususnya untuk Indonesia.

"Indonesia masih perlu belajar negara maju yang sukses menerapkan clean energy. Apa yang bisa diambil dan diterapkan di negara kita," pungkasnya.

(feb/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads