Program Konversi LNG Truk Tambang Terkendala Izin Polisi

Program Konversi LNG Truk Tambang Terkendala Izin Polisi

- detikFinance
Selasa, 09 Okt 2012 09:41 WIB
Program Konversi LNG Truk Tambang Terkendala Izin Polisi
Ilustrasi Foto: dok detikFinance
Nusa Dua - Presiden Direktur & CEO PT Badak NGL Nanang Untung mengungkapkan proyek konversi kendaraan tambang berbahan bakar diesel ke Liquefied natural gas (LNG) masih banyak kendalanya, salah satunya izin dari kepolisian.

"Di Indonesia saat ini belum ada pengaturan distribusi di jalan untuk LNG, jadi kalau mau mengirim LGN ke perusahaan tambang jadi kendala, tidak bisa, kalaupun bisa harus pakai izin khusus, karena LNG memang belum diatur," kata Nangn ketika ditemui The 12th Gas information Exchange In The Western Pacifik Area (Gasex 2012), Nusa Dua, Bali, Selasa (9/10/2012).

Padahal saat ini anak perusahaan Pertamina tersebut sedang membuat proyek mengkonversi kendaraan tambang dari penggunaan diesel ke LNG.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita punya proyek dengan salah satu perusahaan tambang di Bontang yakni Indominco Mandiri, 1 kendaraan tambangnya berukuran besar (dump truk), tujuannya agar penggunaan diesel pada kendaraan tambang berkurang karena dialihkan ke gas," ujarnya.

Nanang juga menargetkan dalam projec ini 5-6 kendaraan tambang berukuran besar bisa menggunakan LNG.

"Penggunaan LNG ini pada kendaraan tambang pada dasarnya bisa menghemat biaya BBM perkendaraan mencapai 20% atau hanya sekitar US$ 5 per mmbtu (tergantung harga solar dan harga gas)," ungkapnya.

Apalagi kata Nanang, penggunaan LNG sudah dipastikan jauh lebih bersih, dan tarikan mesin lebih kencang serta jauh lebih aman.

"Aman karena LNG tidak mudah terbakar atau meledak seperti yang ditakutkan banyak orang, LNG titik bakarnya sangat tinggi jika dibandingkan dengan solar yang mudah terbakar. Jadi penggunaan LNG pada kendaraan truk nanti akan menggunakan dua feul, satu LNG dan satunya lagi tetep pakai diesel yang digunakan sebagai pembakar dalam mesin kendaraan," jelasnya.

Terkait produksi LNG di PT Badak, mangakui produksinya sedang turun. Tahun depan saja pengiriman LNG kargo hanya ditargetkan sekitar 168-170 kargo (1 kargo biasanya 125.000 kaki kubik fit).

"Produksi sedang turun. Tahun depan kita target pengapalkan LNG hanya sekitar 168-170 kargo, tahun 2012 target kami 200 kargo, hingga 1 semester kami telah mengirim 170 kargo. Sedangkan pengiruman FSRU saat ini sudah terkirim 6 kargo dari 4 Mei-30 September 2012," tandasnya.

(rrd/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads