Seperti dikatakan Presiden Direktur PT Nusantara Regas, Hendra Jaya, saat ini pihaknya sedang mencari sumber tambahan gas LNG.
"Kita sedang cari sumber gas LNG baru, pasalnya pasokan dari Total E&P Indonesie sedang menurun dikarenakan terhambatnya produksi (faktor sumur tua)," ujar Hendra ketika ditemui di Gasex 2012, di Convention International Center Nusa Dua, Bali, Rabu (10/10/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini hanya terisi separohnya saja," ucapnya.
Untuk itu, perusahaan patungan PT Pertamina dan PT PGN tersebut saat ini mencari sumber gas baru untuk memenuhi kapasitas kapal FSRU. Salah satunya yang sedang diupayakan meminta BP Tangguh memberikan gas sebesar 400 MMSCFD.
"Pembicaraan terus kami lakukan, berharap BP bisa memberikan alokasi gas nya sebesar 400 MMSCFD yang berasal dari Train 1 dan Train 2," ungkapnya.
Hendra mempunyai keinginan bahwa LGN yang diberikan Tangguh ke PLN sebesar 230 MMSCFD yang berasal dari alokasi gas ekspor ke Jepang dan Sempra (Amerika Serikat) bisa diberikan ke Nusantara Regas terlebih dahulu.
"Ya LNG untuk PLN sebesar 230 MMSCFD bisa kami olah dahulu dari LNG cair diproses regasifikasi oleh kami menjadi gas, lalu bisa disalurkan ke PLN," tandasnya.
(rrd/dru)











































