Targetnya dari investasi ini akan menyerap tenaga kerja lokal sebanyak 4.000 orang saat konstruksi proyek tersebut.
Perusahaan depo milik china ini diklaim merupakan kilang minyak terbesar di Asia Tenggara, Sementara itu untuk level dunia perusahaan Sinopec, China ini masuk urutan lima terbesar dunia setelah perusahaan Amerika.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Presiden Direktur Sinopec Bang Hawana, fasilitas itu akan menampung untuk tahap pertama sebesar 16 juta barel minyak dengan kebutuhan produksi impor minyak sekitara 400-800.000 barel per hari.
Walikota Batam Ahmad Dahlan begitu antusias dengan investasi Sinopec di Batam.
"Saya mengharapkan dengan terbangunnya Kilang minyak ini diharapkan mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau, khususnya Batam," Ujar Ahmad Dahlan saat peresmian awal proyek di Batam, Rabu (10/10/2012)
Selain itu, proyek ini juga akan berkontribusi menambah pendapatan daerah dan negara dari sisi penerimaan pajak.
Proyek yang baru saja di resmikan Gubernur Kepulauan Riau dan Duta Besar China untuk Indonesia Liu Jian Chao ini di harapkan ke depannya mendapat dukungan mutlak oleh pemerintah pusat khususnya penerbitan surat izin zona perdagangan bebas di Pulau Janda Berhias.
(hen/hen)











































