"KAA akan mendapatkan pasokan gas sebesar 8 mmscfd pada 2013, yang berasal dari revatilisasi Arun akibat habisnya masa kontrak Arun pada 2014 nanti," ucap Gubernur Aceh Zaini Abdullah ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Kamis (11/10/2012).
Dengan dengan berakhirnya kontrak Arun, Pemerintah Nangroe Aceh Darusalam meminta BUMD Aceh dan Pertamina bersama-sama mengelola Arun sebagai operator dan meminta Pertamina untuk tepat waktu dalam penentuan EPC-nya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nantinya kata Zaini, setelah kontrak berakhir dan pengelolaan Arun dikelola bersama BUMD Aceh dan Pertamina pada 2015 Aceh mendapatkan pasokan gas untuk PIM 1 sebesar 60 mmscfd, PIM 2 sebesae 55 mmscfd, PIM 3 sebesar 55, KK sebesar 10, Industri di Medan 30 mmscfd, PLN medan 95 mmscfd.
(rrd/hen)











































