Kontrak Arun Habis, Pabrik Kertas Aceh 'Hidup' Kembali

Kontrak Arun Habis, Pabrik Kertas Aceh 'Hidup' Kembali

- detikFinance
Kamis, 11 Okt 2012 20:52 WIB
Kontrak Arun Habis, Pabrik Kertas Aceh Hidup Kembali
Jakarta - PT Kertas kraft Aceh (KAA) telah lama berhenti beroperasi akibat kekurangan bahan bakar gas, namun dengan berakhirnya kontrak Arun pada 2014, KAA akan beroperasi kembali. Alasannya karena mendapat pasokan gas sebesar 8 mmscfd pada 2013 akibat revatilisasi Arun.

"KAA akan mendapatkan pasokan gas sebesar 8 mmscfd pada 2013, yang berasal dari revatilisasi Arun akibat habisnya masa kontrak Arun pada 2014 nanti," ucap Gubernur Aceh Zaini Abdullah ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Kamis (11/10/2012).

Dengan dengan berakhirnya kontrak Arun, Pemerintah Nangroe Aceh Darusalam meminta BUMD Aceh dan Pertamina bersama-sama mengelola Arun sebagai operator dan meminta Pertamina untuk tepat waktu dalam penentuan EPC-nya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan revetilisasi tersebut, nantinya alokasi gas Arun pada 2013 ke daerah Aceh sebesar 295 mmscfd, dimana untuk komitmen ekspor sebesar 209 mmscfd, 15 mmscfd untuk pengoperasian Arun, Pupuk Iskandar Muda (PIM) sebesar 63 mmscfd dan 8 mmscfd untuk KKA," ungkap Zaini.

Nantinya kata Zaini, setelah kontrak berakhir dan pengelolaan Arun dikelola bersama BUMD Aceh dan Pertamina pada 2015 Aceh mendapatkan pasokan gas untuk PIM 1 sebesar 60 mmscfd, PIM 2 sebesae 55 mmscfd, PIM 3 sebesar 55, KK sebesar 10, Industri di Medan 30 mmscfd, PLN medan 95 mmscfd.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads