Shell Ajukan Surat Permintaan Jatah Penyaluran BBM Subsidi 2013

Shell Ajukan Surat Permintaan Jatah Penyaluran BBM Subsidi 2013

- detikFinance
Jumat, 12 Okt 2012 18:29 WIB
Shell Ajukan Surat Permintaan Jatah Penyaluran BBM Subsidi 2013
Jakarta - PT Shell Indonesia (Shell) pada 13 September 2012 mengajukan ke pemerintah untuk dapat bagian mendistribusikan BBM Subsidi pada 2013. Shell kabarnya sudah menyiapkan 70 SPBU "Shell Motor Express" di Jawa Timur.

PT Shell Indonesia, perusahaan SPBU asal Belanda sudah menyiapakan investasi sebanyak 70 SPBU di Jawa Timur (Jatim).

Hal ini terungkap dari surat resmi yang dikirimkan Shell kepada Ketua BPH Migas pada 13 September 2013 setelah dua hari sebelumnya (11 September 2012) memaparkan persentasinya di Kantor Pusat BPH Migas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menindaklanjuti Undangan Pemaparan Dokumen Penawaran Badan Usaha Calon Pelaksana Penyediaan dan Pendistribusian BMM Jenis Tertentu tahun 2013 dan Berita Acara Rapat Persentasi/Pemaparan PT Shell Indonesia sebagai calon pelaksana Penyediaan dan Pendistribusian BBM Jenis Tertentu (BBM Subsidi) Tahun 2013 pada hari Selasa tanggal 11 September 2012, perkenalkan kami dengan ini mengajukan butir-butir utama dalam persentasi tersebut," tulis surat Shell yang ditandatangani Country Chairman and Prasident Director PT Shell Indonesia Darwin Silalahi, dikutip detikFinance, Jumat (12/10/2012).

Dalam Surat tersebut, Shell meminta agar pemerintah dapat mempertimbangkan penggunaan saluran pemasaran dan distribusi BBM subsidi khusus sepeda motor.

"Shell Motor Express sebagai bagian dari sistem penyediaan BBM Jenis Tertentu untuk beberapa daerah Tingka II di Provinsi Jawa Timur," lanjut isi surat tersebut.

Jika disetujui, maka Shell telah siap dengan lebih spesifik mengajukan rencana untuk mengoperasionalkan tujuh puluh (70) SPBU Khusus Motor (Shell Motor Express).

Pihak Shell melalui External Communications and Social Performance Manager Shell Indonesia Sri Wahyu Endah, dihubungi terpisah mengatakan tak tahu soal rencana tersebut. Ia pun tak mau berkomentar lebih lanjut soal rencana pendistribusian BBM subsidi oleh pihak Shell.

Namun Endah menegaskan, Shell akan terus menambah jaringan SPBU di seluruh Indonesia, termasuk di Jawa Timur. Saat ini pihaknya baru memiliki 65 SPBU di seluruh Indonesia diantaranya Jabodetabek 58 SPBU dan Jawa Timur 7 SPBU.

"Kita juga mau mengembangkan SPBU di seluruh Indonesia, jadi tidak hanya 70 SPBU, angkanya saya tak bisa sebutkan. Pokoknya pembangunan dan pengembangan SPBU. Kalau soal distribusi BBM subsidi saya tidak tahu," kata Endah.

Seperti diketahui Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas), Eri Purnomohadi menolak soal rencana liberalisasi distribusi BBM subsidi di Jawa Bali. Selama ini distribusi BBM subsidi disalurkan oleh Pertamina dan bersama mitranya pengusaha SPBU swasta.

"Ini yang terlihat mengarah liberalisasi distribusi BBM subsidi, 70 SPBU milik Shell siap menyebar di Jatim tahun depan," kata Eri kepada detikFinance, Jumat (12/10/2012).

Eri tidak setuju jika 70 SPBU milik Shell tersebut juga mendistribusikan BBM subsidi, selain BBM non subsidi yang selama ini sudah disalurkan melalui 65 SPBU milik Shell.

"Ini yang kami tegas menolak rencana liberalisasi distribusi BBM bersubsidi oleh SPBU Asing di Jawa-Bali, apa benefit (keuntungan) yang didapat Indonesia? kan Pertamina mampu mendistribusikan BBM berusbsidi di Jawa-Bali, infrastrukturnya sudah dia bangun (Pertamina)," tegas Eri.

Bahkan yang dirinya tidak setuju, Pertamina telah mempunyai 7 kilang minyak dan puluhan depo BBM dan punya ribuan SPBU seluruh Indonesia.

"Tapi perusahaan SPBU asing ini mana? mereka tidak bangun kilang, tidak bangun depo, mau se-enanknya aja buka SPBU sana sini, malah mau jual BBM subsidi, di Jawa-Bali lagi yang dagingnya marketnya penjualan BBM, kenapa mereka tidak mau buka di Papua, Maluku atau di plosok Kalimantan sana, kan tujuannya biar masyarakat Indonesia bisa nikmati BBM, jangan mau enaknya saja," papar Eri.

(rrd/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads