Bos Pertamina Ngaku Tekor US$ 37 Juta Akibat Pencurian Minyak

Bos Pertamina Ngaku Tekor US$ 37 Juta Akibat Pencurian Minyak

- detikFinance
Senin, 15 Okt 2012 11:33 WIB
Bos Pertamina Ngaku Tekor US$ 37 Juta Akibat Pencurian Minyak
Jakarta - PT Pertamina (Persero) mengakui rugi hingga US$ 37 juta atau sekitar Rp 351 miliar, dari tahun 2010 hingga 2012 akibat tindak kriminal pencurian minyak mentah.

Direktur PT Pertamina Karen Agustiawan menyebutkan terjadi kenaikan volume pencurian minyak mentah dari tahun 2010 hingga 2012. Kehilangan minyak tempino Plaju pada tahun 2010 sebesar 8.120 barel, tahun 2011 meningkat menjadi 94.529 barel, dan tahun 2012 sebesar 267.510 barel.

"Pencurian minyak terus meningkat dari segi kuantitas dan kualitas. Kumulatif tahun 2010-2012 sebesar 370.159 barel," ujarnya dalam rapat dengan komisi VII DPR RI, Jakarta, Senin (15/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dari jumlah tersebut, lanjut Karen, total kerugian sebesar US$ 37 juta dengan rata-rata harga USD 100 per barel. Sementara itu illegal tapping (praktik melobangi pipa) selama tahun 2012 antara 1 Januari hinnga 11 Oktober sebanyak 675 kali.

Pada 3 Oktober pemompaan dari tempino distop selama 10 jam atau sekitar 4.583 barel karena terjadi kebakaran di area penampungan minyak ilegal di Bayung Lencir, Kabupaten Musi, Banyuasin, Sumatera Selatan.

(nia/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads