Minyak Mentah dan BBM RI Banyak Diselundupkan ke Malaysia

Minyak Mentah dan BBM RI Banyak Diselundupkan ke Malaysia

- detikFinance
Senin, 15 Okt 2012 13:40 WIB
Minyak Mentah dan BBM RI Banyak Diselundupkan ke Malaysia
Jakarta - Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai mencatat terdapat 9 kasus penyelundupan minyak mentah dan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 2011 dan sepanjang 2012. Paling banyak adalah usaha penyelundupan ke Malaysia.

Dirjen Bea Cukai Agung Kuswandono menyebutkan, di 2011 lalu jumlah kasus penyelundupan sebanyak 3 kasus dengan jumlah minyak 1.449.348 liter dengan estimasi nilai Rp 7,2 miliar. Sedangkan pada tahun ini terdapat 6 kasus dengan jumlah liter 38 ribu liter dan estimasi nilai yang diselundupkan Rp 221 miliar.

"Jadi tahun 2012, sebanyak 2 kasus di KWBC Kepri dan 1 kasus di KWBC Kalimantan Bagian Barat. Tahun 2012, ada 2 kasus di KWBC Kalimantan Bagian Timur dan 4 kasus di KWBC Kepri," ujarnya dalam rapat dengan Komisi VII DPR yang dilakukan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/10/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Agung menegaskan, pihaknya telah melakukan penindakan kepada penyelundupan minyak mentah dan BBM bersubsidi. Dia menjelaskan pada tanggal 8 September 2012. Terjadi penyelundupan 700 Metrik ton solar, yang dilakukan oleh kapal MT Admiralty Dasri dari Malaysia dengan kapal SB Siga-Siga dari Batam. Kapal dari Malaysia membawa muatan high speed diesel atau solar dengan modus pengangkutan tanpa dokumen.

"Pada tanggal 12 september 2012, MT hornet dari Malaysia, pemuatan minyak. MFO (solar untuk kapal laut) dari dari bauah kapal tanker. MT VOSCO dengan menggunakan selang," paparnya.

Kemudian, MT Sakhti tanpa menggunakan izin mengangkut 700 metrik ton minyak mentar. Dari Malaysia, kapal ini membawa muatan menuju Jemaja Natuna mengangkut dari kapal tanker dan pada 19 september 2012 MT Martha Global mengangkut 35.500 kiloliter minyak mentah dari Dumai Riau.

"Ini sudah merugikan negara dan sudah kami tindak," tegasnya.

(nia/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads